iklan
DAERAHKesehatanPERISTIWA

Hidup Dalam Harapan: Kisah Istamar dan Manfaat JKN

×

Hidup Dalam Harapan: Kisah Istamar dan Manfaat JKN

Share this article

PEMBARUAN.ID – Istamar (57) duduk di ruang tunggu rumah sakit, Rabu (07/08/2024), merasakan setiap detik berlalu dengan lambat. Udara dingin AC menggigit kulitnya, menambah kecemasan yang sudah lama mengeram dalam pikirannya.

Tubuhnya tak lagi sekuat dulu. Usia telah membawa serta kelemahan dan berbagai masalah kesehatan yang sering kali membuatnya merasa tak berdaya. Namun, di balik semua itu, ada sebuah harapan yang terus menyala, sebuah harapan yang bernama Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selama sepuluh tahun terakhir, JKN telah menjadi sandaran bagi banyak orang seperti Istamar, terutama mereka yang berada dalam segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang ditanggung oleh pemerintah daerah.

Program ini bukan hanya memberikan akses ke layanan kesehatan, tetapi juga mempermudah prosedur administrasi yang sering kali rumit dan membingungkan.

Bagi Istamar, JKN adalah pintu menuju kesehatan yang lebih baik tanpa perlu khawatir tentang biaya yang membengkak. “Alhamdulillah ada JKN”.

Andri, anak Istamar, mendampingi sang ayah dengan cermat. Di usia 28 tahun, Andri telah menyaksikan betapa berartinya JKN bagi keluarganya.

“Ayah saya sudah beberapa kali mendapat perawatan di rumah sakit akibat sakit pernapasan,” tutur Andri dengan mata yang berkaca-kaca, mengenang saat-saat sulit yang mereka hadapi.

Awalnya, Andri lanjut bercerita, ketika pertama kali datang ke rumah sakit, dirinya bingung. Sebab, ia tidak paham prosedur JKN dan takut akan biaya yang tinggi.

Namun, kekhawatiran Andri sirna ketika petugas rumah sakit menjelaskan dengan sabar.

“Untungnya, setelah pengecekan data, diketahui ayah saya sudah terdaftar sebagai peserta JKN. Semua biaya perawatan pun ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Saya tidak bisa membayangkan jika tidak ada program ini,” ucapnya dengan lega.

Warga Dusun Bontor, Kecamatan Bahuga ini merasa bersyukur atas kemudahan akses pelayanan kesehatan yang mereka terima.

Istamar, meski sebagai peserta JKN segmen PBI, tidak mengalami diskriminasi dalam pelayanan.

“Ayah saya mendapatkan fasilitas yang sangat baik dan kamar yang nyaman selama rawat inap. Pelayanannya pun tidak ada bedanya dengan pengguna umum atau asuransi swasta. Saya sangat senang dengan adanya program JKN ini,” tambah Andri dengan senyum tipis di bibirnya.

Harapan Andri sederhana namun tulus. Ia berharap program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini terus berlanjut.

“Tentu saya sangat berharap Program JKN ini akan terus ada, karena manfaat yang kami dapatkan sebagai peserta JKN sangat luar biasa. Berkat JKN, kami tertolong mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan setara tanpa memikirkan biaya yang mahal,” ujarnya penuh harap.

Andri juga mengajak masyarakat yang belum menjadi peserta JKN agar segera mendaftarkan diri.

“Bagi masyarakat yang tidak mampu atau kurang mampu seperti saya, dapat melaporkan diri kepada Kepala Desa setempat untuk selanjutnya didaftarkan ke BPJS Kesehatan sebagai peserta JKN,” tutup Andri dengan nada optimis.

Di era digital ini, BPJS Kesehatan juga mempermudah akses informasi melalui berbagai kanal layanan digital seperti Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), Care Center 165, serta berbagai layanan online lainnya.

Berbagai layanan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi peserta JKN untuk mengakses layanan tanpa perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan. Mulai dari pendaftaran peserta, perubahan data, cek status kepesertaan, hingga pengecekan ketersediaan tempat tidur dan jadwal operasi, semuanya bisa dilakukan secara daring.

Istamar menatap langit-langit rumah sakit, mengingat semua bantuan yang telah diterimanya. Di tengah segala keterbatasan, JKN hadir sebagai sebuah jawaban, sebuah harapan yang tak pernah padam. (rofiq/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *