PEMBARUAN.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lampung Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV di Aula Kementerian Agama Lampung Barat, Sabtu (14/9/2024).
Acara ini menjadi momentum penting bagi MUI dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pelayanan umat di Lampung Barat.
Agenda lima tahun sekali ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk perwakilan MUI Provinsi Lampung, pimpinan MUI dari seluruh kecamatan, serta perwakilan organisasi masyarakat seperti Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Pengurus Daerah Muhammadiyah, dan pondok pesantren setempat.
Dalam sambutannya, Kabag Kesra Pemkab Lampung Barat, Noviandri, yang hadir mewakili Penjabat Bupati, menekankan pentingnya peran MUI dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami berharap MUI terus berkontribusi dalam pembangunan moral dan mental masyarakat, khususnya dalam menciptakan suasana kondusif menjelang Pilkada serentak,” ujar Noviandri.
Ia juga menggarisbawahi, peran MUI sangat diharapkan dalam menghadapi tantangan era digital, termasuk memanfaatkan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) untuk inovasi dakwah.
“Kami meyakini MUI mampu mengambil peran dalam dakwah yang lebih inovatif, relevan dengan perkembangan teknologi yang ada,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Lampung Barat, Pairozi, menyampaikan, MUI selama ini telah berupaya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam melayani umat.
“Kami berpegang pada visi misi MUI untuk melayani masyarakat, terutama dalam sektor sosial dan keagamaan,” tegasnya.
Pairozi juga menyinggung peran MUI selama masa pandemi Covid-19, di mana sejumlah maklumat penting dikeluarkan untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap, melalui Musda ini, MUI dapat semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Lampung Barat yang rukun, moderat, dan bermanfaat bagi semua pihak.
Musda kali ini membawa tema “Menguatkan Sinergitas MUI dan Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Kabupaten Lampung Barat yang Rukun, Moderat, dan Bermanfaat”, yang sekaligus menjadi penanda penting bagi upaya kolaboratif antara ulama, pemerintah, dan masyarakat. (wan)














