iklan
AgamaKOMUNITASNASIONAL

Dari Martapura, PBNU Tegaskan NU Benteng Aswaja dan NKRI

×

Dari Martapura, PBNU Tegaskan NU Benteng Aswaja dan NKRI

Share this article

PEMBARUAN.ID — Pj. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr. (HC) KH. Zulfa Mustofa, menegaskan peran strategis Nahdlatul Ulama sebagai benteng akidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), pengawal moral bangsa, sekaligus penyangga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penegasan tersebut disampaikan KH. Zulfa Mustofa saat menghadiri Halaqoh yang diselenggarakan PWNU Kalimantan Selatan di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Darussalam, Martapura, Rabu (14/01/2026). Kegiatan itu mengusung tema “Peran NU sebagai Benteng Aqidah Aswaja, Pengawal Moral Bangsa & Penyangga NKRI”.

Hadir mendampingi Pj. Ketum PBNU, Ketua PBNU H. Choirul Sholeh Rasyid serta Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H. Imron Rosyadi Hamid. Sebelum halaqoh dimulai, rombongan PBNU terlebih dahulu bersilaturahmi dengan Pengasuh PP Tahfidz Al-Qur’an Darussalam, Tuan Guru KH. Muhammad Wildan Salman, yang juga menjabat Rais Syuriah PWNU Kalimantan Selatan, di kediaman beliau.

Tuan Guru KH. Wildan Salman dikenal sebagai ulama kharismatik dengan sanad keilmuan yang kuat, seorang hafidz Al-Qur’an, serta keturunan ulama besar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datuk Kalampayan).

Halaqoh tersebut dihadiri jajaran pengurus PWNU Kalimantan Selatan serta perwakilan 15 Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Kalsel. Mayoritas Rais Syuriah PCNU hadir secara langsung dan terlibat aktif dalam diskusi yang berlangsung hangat.

Dalam sambutannya, KH. Wildan Salman mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Pj. Ketum PBNU di Kalimantan Selatan. Ia menyebut Kalsel sebagai wilayah pertama di Kalimantan yang dikunjungi KH. Zulfa Mustofa sejak ditunjuk Rais Aam PBNU sebagai Pj. Ketua Umum.

“Rasanya kami lega dan bersyukur karena Pj. Ketum PBNU hadir di Kalimantan, dan Kalimantan Selatan menjadi daerah pertama yang beliau kunjungi,” ujar KH. Wildan Salman.

Menanggapi hal tersebut, KH. Zulfa Mustofa menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada ulama Banjar. Ia mengaku memperoleh sanad bil imamah dari KH. Wildan Salman dan optimistis NU akan terus bangkit dari Bumi Para Ulama.

“Dari beliau saya mendapatkan sanad bil imamah. Insya Allah, dari Bumi Para Ulama ini, NU akan bangkit dan semakin besar, dengan tetap berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah,” tutur KH. Zulfa.

Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menyinggung pemberitaan media massa terkait dinamika dan persoalan internal di tubuh Nahdlatul Ulama. Menjawab hal itu, KH. Zulfa Mustofa menegaskan bahwa setiap persoalan di NU harus diselesaikan secara bijak dan berlandaskan akhlak ulama.

“Persatuan dan kesatuan harus selalu dikedepankan, baik dalam menghadapi persoalan keummatan maupun kebangsaan. Adapun persoalan internal NU, insya Allah akan segera berlalu dan diselesaikan dengan cara khas ulama, menjunjung tinggi akhlakul karimah,” tegasnya.

Senada dengan itu, Rais Syuriah PWNU Kalimantan Selatan KH. Wildan Salman menambahkan bahwa seluruh dinamika organisasi harus diselesaikan sesuai aturan yang berlaku.

“Persoalan di NU insya Allah akan segera selesai, tentu dengan berpedoman pada aturan organisasi, AD/ART, dan mekanisme jam’iyah,” pungkasnya, yang disambut tepuk tangan para hadirin. (***)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *