iklan
METROPOLIS

Gagas Kelas Migran Lampung, Cetak Persiapkan Kerja ke Jepang

×

Gagas Kelas Migran Lampung, Cetak Persiapkan Kerja ke Jepang

Share this article

PEMBARUAN.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggagas program kelas migran vokasi untuk pelajar SMA/SMK. Program ini untuk mempersiapkan keterampilan dan keahlian para pelajar yang ingin bekerja di Jepang.

Program Kelas Migran Vokasi ini resmi diluncurkan oleh Pemprov Lampung bersama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), di Gedung Bagas Raya, Bandarlampung, Rabu (30/07/2025).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Thomas Americo menyampaikan, program ini digagas sebagai langkah mempersiapkan anak-anak SMA/SMK yang berminat bekerja secara formal di luar negeri.

Thomas menjelaskan, Kelas Migran Vokasi ini selanjutnya akan menjadi salah satu ekstrakulikuler tambahan di sekolah dan dikhususkan untuk pelajar yang duduk dibangku kelas XII dan akan mengikuti pelatihan selama 1 tahun.

“Dalam satu tahun siswa yang masuk dalam ekstrakulikuler ini akan mendapatkan pelatihan-pelatihan. Salah satunya bahasa Jepang dan kita sudah mempersiapkan gurunya” jelasnya.

Lebih lanjut Thomas mengatakan, setelah belajar bahasa Jepang dan mendapatkan sertifikat N4 (Kemampuan Berbahasa Jepang), Pemprov Lampung akan melakukan pemantapan baik dari segi mentalitas maupun keterampilan. Biaya keberangkatannya pun akan ditanggung oleh Pemprov bersama Bank Lampung.

Ia mengatakan, masyarakat antusias mengikuti program ini. Berdasarkan data yang dihimpun sebanyak 8.500 orang pelajar kelas XII ikut mendaftar. Sementara dari alumni SMA/SMK sebanyak 369 orang. “Namun untuk alumni, program pembekalan hanya berlangsung selama 5 bulan,” kata dia.

Ia juga menyampaikan, banyak masyarakat yang minat namun terkendala biaya. Pemprov pun menegaskan akan memfasilitasi pembiyaannya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kuota tenaga kerja yang dipersiapkan untuk berangkat ke Jepang tidak terbatas. “Kuotanya tidak terbatas, sebanyak mungkin akan kita fasilitasi,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, bahwa program ini merupakan salah satu metode untuk memperkecil angka pengganguran di Lampung. “Harapannya kedepan tenaga kerja yang telah siap bukan hanya berangkat ke Jepang. Tapi juga di negara lain,” pungkasnya

*Program Pertama di Indonesia*

Sementara itu, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, menyatakan bahwa Provinsi Lampung kini menjadi role model nasional dalam pengembangan program kelas migran vokasi untuk pelajar SMA/SMK.

Menteri Abdul Kadir Karding menyebutkan, gagasan membentuk kelas migran berasal dari Lampung dan kini menjadi acuan nasional.

“Gagasan soal kelas migran ini sesungguhnya berasal dari Lampung. Jadi Lampung lah yang pertama menggagas soal kelas migran ini, ide dari gubernur dan jajaran. Akhirnya sekarang di mana-mana saya jadikan model di seluruh provinsi,” kata Karding seuasai, acara peluncuran Kelas Migran Vokasi se-Provinsi Lampung di Gedung Bagas Raya, Bandarlampung, Rabu (30/7).

Ia mengaku tertarik dengan konsep Gubernur Lampung dalam menjadikan daerah ini sebagai salah satu provinsi penempatan tenaga kerja terampil ke luar negeri.

“Hari ini saya datang kedua kali dalam dua bulan ke Provinsi Lampung dan membawa tim lengkap. Karena saya sangat tertarik dengan gagasan Gubernur kita, Pak Mirza, yang akan mendorong Lampung menjadi provinsi penempatan tenaga kerja terampil ke luar negeri,” ujarnya.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Lampung telah meluncurkan program Kelas Migran di tingkat SMA/SMK sederajat dan universitas, sekaligus membentuk Migran Center.

Migran Center akan menjadi pusat layanan pelatihan keterampilan, pelatihan bahasa, sertifikasi, hingga pemeriksaan kesehatan (MCU).

“Kita ingin ada sistem dan ekosistem vokasi yang terpusat. Jadi kalau ada anak-anak yang mau MCU, mau sertifikasi, mau pelatihan skill, semuanya bisa dilakukan di Migran Center,” jelasnya.

Dalam waktu dua bulan, program ini telah menunjukkan progres signifikan.

Menteri Karding mengungkapkan, sebanyak 8.500 siswa telah terdaftar dalam program Kelas Migran.

“Dalam waktu dua bulan, ternyata di Lampung kami telah menandatangani MoU dan sudah terdaftar 8.500 siswa yang ikut kelas migran,” tegasnya.

Selain itu, Kementerian P2MI bersama Pemprov Lampung juga telah menyiapkan 40 guru bahasa Jepang sebagai bagian dari pelatihan bahasa asing untuk siswa migran.

Sementara Bank Lampung tengah mempersiapkan fasilitas kredit untuk mendukung pelatihan dan biaya pemberangkatan.

“Yang ketiga, Bank Lampung sedang menyiapkan kredit untuk pelatihan dan pemberangkatan. Yang keempat, dinas-dinas terkait juga sudah bekerja mengakselerasi kesepakatan kami,” tambahnya.

Menteri Karding menegaskan, langkah cepat dan konkret Pemerintah Provinsi Lampung menjadi tolok ukur bagi daerah lain yang masih dalam tahap perencanaan.

Ia mencontohkan provinsi lain seperti Bengkulu dan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang baru mulai membahas pembentukan kelas migran.

“Di provinsi lain belum ada, baru gagasan. Tapi di Lampung dalam waktu dua bulan, seluruh gagasan sudah mulai terwujud,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian P2MI telah membentuk tim khusus untuk berkoordinasi secara intensif dengan tim Pemprov Lampung.

“Saya selaku menteri memerintahkan kepada jajaran untuk membentuk tim khusus berkomunikasi dengan tim yang dibentuk oleh Pak Gubernur. Alhamdulillah dalam dua bulan ada hasil,” pungkasnya. (sandika)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *