PEMBARUAN.ID – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Lampung Mamat Prubadi ikut mengkritik keras Kapolres Lampung Timur atas penanganan kasus pembunuhan Kader Fatayat NU setempat, Riyas Nuraini, pada 18 Juli 2024 lalu.
Karena, pasukan pengawal kiai itu mendesak Polda Lampung untuk turun tangan dan mengungkap kebenaran.
Kritik terhadap Kapolres
Menurut Pribadi, perkembangan teknologi seharusnya membantu mengungkap fakta di balik pembunuhan ini.
“Sekarang teknologi sudah maju, mustahil tidak terlacak. Ini soal niat untuk mengungkap kasus ini atau tidak,” tegasnya.
Pribadi meminta Kapolda Lampung bertindak tegas dan mempertimbangkan pemberhentian Kapolres Lampung Timur jika tidak menunjukkan progres. Ia juga mengancam akan turun ke jalan melakukan demonstrasi jika kasus ini tidak segera diungkap.
Ratusan anggota Fatayat NU Lampung sebelumnya telah melakukan aksi protes di kantor Polda Lampung. Ketua PW Fatayat NU Lampung, Wirdayati, menyatakan, “Kami ingin keadilan bagi almarhumah Riyas. Kami percaya pada hukum dan berharap Polda Lampung segera mengungkap kebenaran.”
Kombes Pol. Pahala Simanjuntak dari Ditreskrimum Polda Lampung menyatakan komitmennya untuk mengusut kasus ini secara transparan. “Kami membutuhkan dukungan masyarakat untuk memberikan informasi yang relevan,” katanya.
Kasus ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum untuk menunjukkan keseriusannya dalam melindungi warga dan menegakkan keadilan. Fatayat NU dan masyarakat Lampung menunggu keadilan bagi Riyas Nuraini. (***)














