iklan
DUNIA KAMPUSInternasionalUIN RIL

Pembukaan ICDComm 2024: Dakwah Damai untuk Persatuan Bangsa

×

Pembukaan ICDComm 2024: Dakwah Damai untuk Persatuan Bangsa

Share this article

PEMBARUAN.ID – Suasana di Ballroom UIN Raden Intan Lampung pagi itu terasa khidmat. Riuh rendah percakapan berhenti seketika saat Prof. Dr. Alamsyah, Wakil Rektor I UIN RIL, berdiri di podium.

Dengan suara yang teduh, ia menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya dakwah yang damai. Bagi Prof Alamsyah, dakwah bukan sekadar penyampaian pesan, melainkan jalan untuk menjaga persatuan bangsa.

“Perbedaan agama dan keyakinan tak seharusnya memecah belah,” ucapnya, menekankan makna dakwah yang tak sekadar ritual, tetapi jembatan bagi persatuan.

Pesan Prof Alamsyah itu membuka International Conference on Dakwah and Communication (ICDComm) 2024, sebuah forum yang mempertemukan pemikiran dari berbagai belahan dunia.

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN RIL menggelar acara dua hari ini, 18-19 September, dengan menghadirkan 70 akademisi dari berbagai penjuru Nusantara. Hadir pula pembicara internasional yang membawa perspektif global dalam mengurai isu-isu dakwah dan komunikasi masa kini.

Di antara tamu penting yang turut menyaksikan pembukaan acara, terlihat Wakil Rektor III, Prof. Dr. Idrus Ruslan, serta Dekan FDIK, Dr. Abdul Syukur. Sejumlah perwakilan dari pemerintah kota Bandarlampung turut hadir, memberikan kesan bahwa acara ini tak hanya milik kampus, tetapi juga bagian dari geliat kota itu sendiri.

Hari pertama konferensi menjadi ajang pertukaran gagasan dari enam pemateri internasional. Shu-Fei Chang, Ph.D., dari Ming Chuan University, Taiwan, mengupas tuntas fenomena cancel culture yang kini merajalela di media sosial.

Budaya pembatalan ini, menurutnya, tak sekadar menghentikan karier publik figur yang dinilai tidak sesuai norma, tetapi juga menggambarkan kekuatan masyarakat digital dalam menentukan siapa yang layak dihargai.

“Kepercayaan publik hilang dalam sekejap, dan sulit direbut kembali,” katanya.

Sementara itu, dari Jordan, Prof. Dr. Abdel Naser Mousa A. Abu El Basal mengajak para peserta untuk merenungkan bagaimana dakwah bisa menjadi jembatan bagi nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

Di sisi lain, Associate Professor Dr. Abdul Latiff Ahmad dari Universiti Kebangsaan Malaysia berbagi wawasan tentang Collaborative Online International Learning (COIL) yang memungkinkan para pelajar dari berbagai negara terhubung, memperkuat komunikasi lintas bangsa dan memperkaya kemampuan berbahasa asing.

Prof. Dr. Ali Murtadho dari UIN Walisongo Semarang menyampaikan materi yang menyentuh hati tentang pentingnya sensitivitas budaya dalam praktik konseling Islami.

“Kebahagiaan adalah pemberian dari Allah, tetapi kita sendiri yang menciptakannya,” ungkapnya, mengingatkan bahwa konseling Islami bukan hanya tentang teknik, tetapi tentang bagaimana mendekatkan diri pada sumber kebahagiaan sejati.

Di sisi lain, Prof. Dr. Mujiburahman dari UIN Antasari Banjarmasin menyoroti peran teknologi dalam mempercepat segala hal, baik kebaikan maupun keburukan.

“Teknologi itu punya dua wajah: kecepatan dan kekuatan. Dan kita bisa memilih, apakah akan mempercepat kebaikan atau sebaliknya,” ujarnya.

Ia menggarisbawahi tiga tanggung jawab perguruan tinggi di era digital ini: melakukan literasi media, penelitian sosial terhadap dampak platform digital, dan menciptakan konten yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Mujiburahman mengingatkan betapa pentingnya mengajarkan keterampilan content creation kepada mahasiswa, agar generasi muda tak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen konten positif.

Sebab, di tangan mereka, masa depan media sosial dan teknologi akan ditentukan—apakah akan menjadi alat untuk mendekatkan kebaikan atau justru menjauhkan manusia dari kemaslahatan.

Sebuah pertemuan, yang meski hanya berlangsung dua hari, nyatanya membawa harapan. Harapan akan dakwah yang tak hanya menggetarkan ruang akademis, tetapi juga menjadi penyambung hati antarmanusia, lintas bangsa dan keyakinan. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *