logo pembaruan
list

Kota Baru jadi ‘Jualan’ Balongub

Facebook
Twitter
WhatsApp

PEMBARUAN.ID – Dalam arena politik Lampung, suara tentang pembangunan kota baru terus mengemuka. Para bakal calon Gubernur dengan tegas menyuarakan komitmen mereka untuk menjadikan kota baru sebagai pusat pemerintahan hingga perekonomian yang berkembang.

Ya, setidaknya empat bakal calon kepala daerah telah menyinggung masalah ini, termasuk Herman HN, Hanan A Rozak, Rahmat Mirzani Djausal, dan Umar Ahmad.

Menurut pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Lampung (UML), Candrawansah, narasi tentang kelanjutan pembangunan kota baru merupakan topik yang menarik minat publik.

Hal tersebut, kata dia, mendorong para bakal calon gubernur untuk bersaing dalam mengajukan wacana tersebut kepada publik.

Namun, kota baru yang dianggap sebagai ikon Lampung tersebut hingga saat ini masih terbengkalai. Hampir dua periode masa pemerintahan Provinsi Lampung setelah Sjachroedin ZP, pembangunan kota baru belum menemui titik terang.

“Kota Baru akan menjadi bahan kampanye yang seksi, lebih kepada untuk melanjutkan pembangunannya yang terbengkalai. Sebelumnya kota barukan digaungkan menjadi icon Lampung,” kata Candra, Rabu (22/05/2024).

Candrawansah menilai, pembangunan kota baru belum mendapat perhatian yang cukup signifikan dari Pemerintah Lampung. Oleh karena itu, dalam kontes pemilihan gubernur mendatang, wacana tentang kota baru kemungkinan besar akan mendapat respons yang positif dari masyarakat.

Mantan Ketua Bawaslu Kota Bandarlampung ini juga memprediksi bahwa pemerhati politik akan memberikan perhatian khusus terhadap bakal calon Gubernur Lampung 2024-2029 terkait program pembangunan kota baru.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya bagi para kandidat gubernur untuk memiliki argumen yang kuat dan program yang jelas terkait pembangunan kota baru.

Dalam beberapa kesempatan, masing-masing bakal calon Gubernur telah menyuarakan komitmennya terhadap pembangunan kota baru.

Herman HN, misalnya, menyatakan bahwa pembangunan kota baru harus dilanjutkan, mengutip potensi besar dari luas tanah ribuan hektar yang dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

“Kotabaru harus dilanjutkan pembangunannya. Dari dulu saya bicarakan itu aset negara harus kita lanjutkan minimal dibuat tempat balap resmi, kebun atau apa banyaklah,” kata Herman HN, belum lama ini.

Senada, Hanan A Rozak juga berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan kota baru, mengklaim pengalaman sebagai Ketua Badan Pengelola Kawasan Kotabaru pertama saat masa jabatan Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. (2009-2014). Ia melihat kota baru sebagai solusi untuk mengurangi beban Kota Bandarlampung yang padat.

Rahmat Mirzani Djaisal juga mengutarakan pandangannya, bahwa pembangunan kota baru sudah menjadi kebutuhan, mengingat kepadatan penduduk Kota Bandarlampung.

Sementara Umar Ahmad, mantan Bupati Tulang Bawang Barat, menekankan bahwa kota baru tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai tempat tinggal dan pusat bisnis yang potensial.

Wacana pembangunan kota baru akan menjadi salah satu agenda penting dalam perhelatan pemilihan gubernur mendatang di Provinsi Lampung, memperkuat kompetisi di antara para kandidat untuk menarik perhatian dan dukungan masyarakat.

Meskipun wacana pembangunan kota baru telah menjadi topik yang hangat dalam politik Lampung, kenyataannya, proyek ini masih terbengkalai.

Namun, ide dan tujuan pemindahan kantor Pemprov Lampung ke Kota Baru, Lampung Selatan, tetap menjadi diskusi yang relevan untuk mengatasi kepadatan penduduk dan kemacetan di Kota Bandarlampung.

Komitmen para bakal calon Gubernur untuk melanjutkan pembangunan kota baru di Lampung mengusung dalih keberlanjutan, harus di apresiasi, meskipun tantangan dan keterbatasan anggaran masih menjadi halangan yang harus diatasi. (sandika)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved