iklan
HEADLINEPOLITIK

Gagal Ke Parlemen, Caleg Partai Demokrat Terima Kompensasi

×

Gagal Ke Parlemen, Caleg Partai Demokrat Terima Kompensasi

Share this article

PEMBARUAN.ID – Minggu (15/09/2024) sore, suasana di Begadang Resto terasa hangat, meski di luar hujan mulai turun perlahan. Di dalam, di tengah kumpulan politisi Partai Demokrat Lampung, ada percakapan yang tak biasa, penuh tawa dan kehangatan.

Di sela-sela sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris DPD Demokrat Lampung, Midi Iswanto, ada perasaan solidaritas yang terbangun kembali pasca Pemilu Legislatif 2024 yang penuh lika-liku.

Midi membuka pertemuan itu dengan senyum, “Ini pertama kalinya kita bertemu setelah Pileg kemarin. Saatnya kita bersatu kembali, meninggalkan persaingan yang sudah lewat,” ucapnya.

Kalimat yang singkat namun penuh makna, seolah ingin mengingatkan bahwa di balik persaingan keras politik, ada momen untuk berkonsolidasi dan memperbaiki arah.

Pertemuan ini ternyata lebih dari sekadar silaturahmi. Midi memperkenalkan sebuah langkah baru yang menyiratkan kepedulian partai terhadap para calon legislatif yang gagal melenggang ke parlemen.

“Ini adalah terobosan baru, kompensasi bagi caleg yang belum beruntung,” katanya. Sebuah janji yang dulu mungkin hanya sekadar angin lalu, kini menjadi nyata.

Bagi mereka yang mendengarnya, tentu ada perasaan lega, meski mungkin tak terucap. Uang kompensasi ini, lanjut Midi, bukan tanpa dasar.

“Kompensasi ini diambil dari pendapatan caleg yang terpilih. Mereka yang sukses akan turut membantu saudara-saudaranya yang belum beruntung,” jelasnya dengan nada penuh keyakinan.

Tentu, dalam dunia politik, uang selalu menjadi hal sensitif. Midi dengan tenang meminta agar proses pembagian kompensasi dilakukan dengan bijak, tak gaduh, dan tanpa drama.

Mekanismenya, kata dia, akan dikelola di tingkat DPC, bukan perorangan.

“Harapannya, ini bisa berjalan mulus, sebagai persiapan kita menyongsong Pileg 2029 mendatang,” imbuhnya.

Momen ini juga menjadi refleksi, terutama ketika Midi menyebut Pemilu 2024 sebagai “brutal.”

Margin error perolehan suara yang melonjak hingga 70 persen menjadi cermin betapa kerasnya persaingan.

“Ini terjadi bukan hanya di Demokrat, tapi di semua partai. Banyak caleg sudah keluar uang miliaran, tapi suara yang didapat hanya dua ribuan. Ini pelajaran penting buat kita semua,” ungkapnya, dengan sedikit nada prihatin namun penuh harapan akan perbaikan.

Yang terpenting ke depan, kata Midi, adalah memperkuat organisasi dari tingkat bawah hingga atas. Ranting-ranting, PAC, dan DPC harus dirawat dan dipupuk.

“Jika organisasi kita kuat, InsyaAllah, kita akan jadi pemenang di 2029,” tegasnya, diakhiri dengan harapan besar yang menggema di ruangan.

Saat pertemuan berakhir, satu pesan penting tak luput dari perhatian. Midi mengingatkan para anggota dewan terpilih untuk selalu berkoordinasi dengan pengurus di bawah mereka. Sebuah mesin politik yang terus berjalan, harus digerakkan dengan baik.

Sore itu, para caleg yang hadir mungkin pulang dengan hati yang lebih ringan. Meski gagal ke parlemen, mereka tetap merasa bahwa perjuangan mereka dihargai. Mereka tak sendirian. Partai mereka berdiri di samping, dengan janji untuk bangkit bersama di Pileg 2029 mendatang. (sandika)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *