PEMBARUAN.ID – Jelang Kongres Partai Demokrat pada 24-25 Februari 2025, kader Demokrat di Lampung menyatakan dukungan penuh kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk kembali menjabat sebagai Ketua Umum periode 2025-2030.
Ketua DPC Partai Demokrat Bandarlampung, Budiman AS, menegaskan bahwa hampir seluruh kader di daerahnya menginginkan AHY kembali memimpin partai berlambang Bintang Mercy itu melalui mekanisme aklamasi.
“Pak AHY telah membuktikan kepemimpinannya dengan berbagai keberhasilan, baik di Pemilu Legislatif maupun Pilkada. Selain itu, kepiawaiannya dalam politik juga membawanya menjadi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Indonesia,” ujar Budiman AS, Selasa (11/02/2025).
Budiman menyebut bahwa Demokrat Bandarlampung telah berkoordinasi dengan DPD dan DPC di 15 kabupaten/kota di Lampung untuk menyatukan dukungan.
“Iya, kami sudah berkomunikasi dengan DPC lain serta DPD, dan semuanya kompak mendukung Pak AHY. Saya rasa hampir seluruh kader Demokrat ingin beliau kembali memimpin,” kata Budiman.
Ia juga optimistis di bawah kepemimpinan AHY, Partai Demokrat bisa kembali meraih kejayaan seperti pada Pemilu 2004 dan 2009.
“Kami berharap Demokrat bisa kembali menjadi the rolling party seperti era 2004 dan 2009,” tambahnya.
Ketua DPD Demokrat Lampung: Kader Solid untuk AHY
Senada dengan Budiman, Ketua DPD Demokrat Lampung, Edi Irawan, menegaskan bahwa seluruh kader Demokrat di Lampung solid mendukung AHY untuk kembali menjadi ketua umum.
“Beberapa waktu lalu, saya bersama anggota fraksi dan seluruh ketua DPC telah membahas persiapan Kongres Demokrat di Jakarta. Kami di Lampung sepakat mendukung AHY untuk melanjutkan kepemimpinannya,” ujar Edi Irawan.
Dukungan solid dari kader di daerah menunjukkan kuatnya posisi AHY di internal partai menjelang kongres. Jika tak ada pesaing kuat, bukan tak mungkin AHY akan kembali terpilih sebagai ketua umum secara aklamasi.
Dengan solidnya dukungan dari berbagai daerah, Kongres Demokrat 2025 diperkirakan akan menjadi momentum bagi AHY untuk semakin mengokohkan kepemimpinannya dalam menghadapi tantangan politik ke depan. (sandika)














