Minta Polda Memediasi
PEMBARUAN.ID – Presiden Mahasiswa Universitas Malahayati (Unmal), Kamal, mendesak penyelesaian konflik internal di Yayasan Alih Teknologi Bandarlampung secara kekeluargaan atau melalui jalur hukum.
Ia menegaskan, langkah ini penting untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan mahasiswa dalam menjalankan aktivitas akademik di kampus.
“Kami selaku perwakilan mahasiswa sangat berharap konflik ini dapat segera diselesaikan dengan baik, baik secara kekeluargaan maupun melalui jalur hukum yang berlaku,” kata dia kepada pembaduan.id, Selasa (11/03/2025).
Menurutnya, jangan sampai permasalahan yang menimpa yayasan terus berlarut-larut dan berdampak negatif terhadap mahasiswa Universitas Malahayati.
Kamal juga menolak tegas adanya campur tangan pihak luar yang tidak memiliki kepentingan langsung dalam konflik tersebut.
Ia mengecam segala bentuk tindakan premanisme yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan lingkungan kampus.
“Kampus harus tetap menjadi lingkungan yang aman dan kondusif bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya menolak segala bentuk intervensi dari pihak luar, terlebih jika disertai tindakan premanisme.
Sebagai langkah nyata, Kamal telah mengirimkan surat permohonan mediasi kepada Kepolisian Daerah Lampung pada 11 Maret 2025.
Ia berharap, melalui mediasi ini, konflik dapat diselesaikan secara adil dan tidak berkepanjangan.
Selain itu, Kamal mengimbau seluruh mahasiswa untuk tetap fokus pada kegiatan akademik dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh situasi.
Ia juga meminta semua pihak yang terlibat dalam konflik menjaga ketertiban dan menghormati proses penyelesaian secara bermartabat.
Dengan langkah ini, Presiden Mahasiswa Universitas Malahayati berharap situasi di kampus tetap kondusif, sehingga mahasiswa dapat melanjutkan aktivitas belajar dengan aman dan nyaman. (***/red)














