iklan
KOMUNITAS

Tujuh Tahun ABR Indonesia: Masih Setia Membagi Takjil, Bukan Cuma Janji!

×

Tujuh Tahun ABR Indonesia: Masih Setia Membagi Takjil, Bukan Cuma Janji!

Share this article

PEMBARUAN.ID – Di tengah gempuran isu hukum yang kerap terasa jauh dari rakyat kecil, Yayasan Lembaga Hukum Bela Rakyat (YLHBR) atau yang kini dikenal sebagai Advokat Bela Rakyat Indonesia (ABR Indonesia) merayakan milad ke-7 dengan cara yang cukup “membumi”.

Alih-alih seremoni mewah atau seminar hukum bertele-tele, mereka memilih membagikan takjil gratis kepada pengendara di Jl. Pulau Damar, Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung, Sabtu (08/03/2025).

Ketua Umum DPP ABR Indonesia, Hermawan, S.HI., MH., CM., SHEL, langsung memimpin aksi sosial ini bersama tim pengurus pusat. Di sela-sela membagikan takjil, Hermawan mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan organisasi ini yang telah berdiri sejak 2018.

“Kami sangat bersyukur atas perjalanan 7 tahun ini. Kami telah banyak berkarya dalam pendampingan hukum dan pengkaderan calon pengacara muda di Lampung,” ujar Hermawan dengan optimisme yang tak kalah hangat dari takjil yang dibagikan.

Didirikan sebagai respons atas kriminalisasi ulama dan masyarakat kritis, ABR Indonesia awalnya digerakkan oleh semangat Hermawan—yang kala itu masih seorang aktivis mahasiswa—bersama pengacara muda lainnya. Mereka mengklaim hadir untuk membela mereka yang suaranya kerap tak terdengar di hadapan hukum.

“Kami berdiri untuk membantu masyarakat yang sering kali tak punya akses ke bantuan hukum. Itu komitmen kami sejak awal,” tegasnya.

Namun, di balik gestur sosial seperti ini, ada pertanyaan menggelitik: Apakah membagikan takjil cukup mewakili perjuangan membela rakyat di tengah kompleksitas permasalahan hukum? Hermawan menyadari skeptisisme semacam ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini hanyalah simbol kecil dari komitmen lebih besar yang mereka jalankan selama ini.

“Kami bukan hanya berbagi takjil. Kami juga membentuk kantor perwakilan di berbagai daerah dan rutin mengadakan pelatihan paralegal agar masyarakat memahami hak-hak hukumnya,” tambahnya, seolah ingin menegaskan bahwa ABR Indonesia tak berhenti di lampu merah.

Selama tujuh tahun, organisasi ini mengklaim telah menjadi jembatan bagi masyarakat kecil yang sulit mendapatkan keadilan. Di balik keramaian pembagian takjil, ada semangat untuk terus membuktikan bahwa hukum seharusnya tidak hanya milik mereka yang berkuasa atau mampu membayar mahal.

Hermawan pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan ABR Indonesia. “Kami tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari masyarakat dan berbagai pihak menjadi kekuatan utama kami,” tuturnya.

Meski demikian, di tengah hiruk-pikuk politik dan carut-marut sistem hukum, aksi berbagi takjil ini bisa jadi pengingat bahwa di luar ruang sidang, keadilan juga bisa hadir dalam bentuk sederhana—meskipun hanya sekotak takjil di jalanan. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *