list

NU Harus Inklusif, Responsif, Produktif dan Mandiri

Facebook
Twitter
WhatsApp

Dari Raker I PCNU Kota Bandarlampung

PEMBARUAN.ID – Menjadi Jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) di era digital harus inklusif, responsif, produktif dan mandiri dalam mengembangkan islam ahlusunah waljamaah menuju masyarakat Kota Bandarlampung yang mutamaddin (peradaban).

Demikian ditegaskan, Ketua PCNU Kota Bandarlampung, Kiyai Ichwan Adji Wibowo dalam rapat kerja (Raker) I PCNU Kota Bandarlampung, di Aula MAN 2 Bandarlampung, Minggu (16/10/2022).

Empat sifat tersebut, lanjut Adji, termaktub dalam visi kepemimpinan PCNU Kota Bandarlampung periode 2022-2027. Mengapa empat sifat ini penting, kata Adji, pihaknya ingin setiap pengurus PCNU Kota Bandarlampung dapat bersikap akomodatif.

“Jamiiyyah yang inklusif adalah jamiyyah yang tidak bersifat eksklusif. Jamiiyyah yang mengakomodir dan menghargai keragaman, berbagai potensi sehingga semua dapat berkontribusi secara utuh dan tanpa diskriminasi, serta semuanya mencapai pengalaman positif dalam berjamiyyah,” kata pria yang juga Camat Telukbetung Selatan itu.

Selain inklusif, lanjut Adji, jamiyyah NU harus responsif. Artinya, kata dia, menjadi organisasi yang peka dan tanggap terhadap kebutuhan organisasi itu sendiri.

“Sifat responsif ini dalam konteks apa pun, baik dalam merespon dinamika kemasyarakatan, keagamaan atau kebangsaan yang berkembang,” tuturnya.

Kemudian, lanjut ketua PCNU Kota Bandarlampung untuk periode ke-2 itu, jamiyyah NU harus produktif. Produktif di sini, jelas Adji, setiap kader dan pengurus NU harus produktif dalam setiap aktifitasnya selalu berupaya berorientasi pada hasil (outcome) dan manfaat (benefit).

“Terakhir, setiap pengurus dan kader harus
mandiri. Maksudnya adalah organisasi yang dibangun atas azas keswadayaan, di mana kekuatan ke arah kemandirian harus digali dan diberdayakan,” jelas dia.

Untuk mencapai visi dimaksud, Adji menambahkan, diperlukan beberapa misi yang akan dikembangkan. Diantaranya, gerakan (harokah) atau usaha usaha dakwah islamiyah melalui berbagai metode dalam rangka penguatan islam aswaja annahdliyah.

“Selain itu, meningkatkan kapasitas kelembagaan (institusional building) melalui upaya tata kelola organisasi yang baik dan mengembangkan upaya menjamiyyahkan jamaah NU,” ungkapnya.

Selanjutnya, lanjut Kiyai Muda itu, pihaknya akan melakukan upaya peningkatan kapasitas SDM pengurus di semua level melalui berbagai skema pengkaderan baik yang formal maupun yang nonformal.

Kemudian, tambahnya, mengembangkan beragam pengkhidmatan jamiyyah yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas SDM NU dan kesejahteraannya serta untuk membangun kemandirian jam’iyah NU.

“Kita juga terus menggali dan meningkatkan pemanfaatan potensi, mengamankan serta mengembangkan aset untuk menguatkan kemandirian organisasi dan warga NU. Mengembangkan kerjasama dengan multi pihak serta melakukan uapaya memengaruhi secara timbal-balik kepada para-pihak dalam menyusun kebijakan publik,” pungkasnya. (red/***)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved