PEMBARUAN.ID – Tim kuasa hukum korban penembakan oleh oknum anggota TNI, yakni Hotman Paris 911, mendesak agar proses sidang militer dalam kasus tersebut digelar secara terbuka untuk publik.
Permintaan ini disampaikan usai pertemuan tertutup antara tim hukum dan jajaran Detasemen Polisi Militer (Denpom) II/3 Lampung pada Rabu, 9 April 2025.
“Kami telah menyampaikan bahwa kasus-kasus serupa yang kami tangani sebelumnya biasanya disidangkan secara terbuka, apalagi jika pelakunya adalah oknum aparat. Maka dari itu, kami juga meminta sidang terbuka untuk kasus ini,” ujar Putri Maya Rumanti, perwakilan dari Tim Hotman 911.
Putri menjelaskan bahwa pihaknya bersama keluarga korban—anggota Polisi yang gugur dalam penggerebekan arena judi sabung ayam—telah menanyakan perkembangan penyelidikan kepada pihak Denpom.
“Denpom menyampaikan bahwa proses penyidikan sedang berlangsung secara profesional. Mereka masih mengumpulkan keterangan dari para saksi serta bukti tambahan yang diperlukan. Mereka juga menegaskan komitmen untuk bertindak transparan dan tidak menutup-nutupi apa pun,” katanya.
Putri juga mengungkapkan bahwa rekonstruksi kejadian akan segera dilakukan, meski jadwal persidangan belum ditentukan.
“Kami berharap rekonstruksi bisa dilakukan dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan. Denpom juga menginginkan proses ini berjalan cepat agar kejelasan hukum bagi para pelaku segera terwujud,” tambahnya.
Sementara itu, Komandan Denpom II/3 Lampung, Mayor Cpm Haru Prabowo, menegaskan bahwa semua saksi akan dihadirkan dalam rekonstruksi demi keakuratan fakta.
“Rekonstruksi pasti dilakukan dan semua saksi akan dilibatkan. Tapi kami belum bisa memastikan tanggalnya karena masih mempertimbangkan faktor teknis seperti lokasi, cuaca, dan kesiapan lainnya,” ujar Haru.
Terkait lokasi persidangan terhadap dua oknum TNI Angkatan Darat yang terlibat dalam kasus ini, Haru menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu arahan dari Komando Daerah Militer (Kodam) II/Sriwijaya.
“Apakah persidangan akan digelar di Palembang atau Lampung, itu masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari komando,” jelasnya. (sandika)














