logo pembaruan
list

Wow, Mahasiswa Unila Ciptakan Motif dan Tari Khas Lampung

Facebook
Twitter
WhatsApp

PEMBARUANID – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Banjar Agung, yang terdiri dari sembilan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021, berhasil menciptakan motif dan tari khas yang menjadi identitas baru bagi Desa Banjar Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.

Proses kreatif ini dimulai sejak awal KKN dan berlangsung hingga satu minggu sebelum sosialisasi, dengan total waktu sekitar 20-25 hari. Tim KKN ini terdiri dari beragam latar belakang pendidikan, mulai dari seni tari, musik, sejarah, biologi, matematika, kimia, fisika, bahasa dan sastra Indonesia, hingga jasmani.

Rizki Atmoko Dwinata, salah satu anggota tim yang berasal dari Pendidikan Seni Tari, menyatakan, “Tujuan kami menjalankan program Penciptaan Tari dan Motif adalah untuk menciptakan identitas Desa Banjar Agung serta memperkuat karakter seni di desa tersebut.”

Motif yang diciptakan dinamakan “Jung Ngepas,” di mana “Jung” melambangkan motif tapis Lampung, dan “Ngepas” menggambarkan gerakan mengipas. Motif ini tidak hanya sekadar simbol, tetapi juga mencerminkan sifat masyarakat desa, terutama keramahtamahan dan kerukunan. Inspirasi motif ini berasal dari berbagai kabupaten di sekitar Lampung.

Dalam proses pembuatan, dosen pembimbing lapangan (DPL) juga turut berperan penting dalam memberikan dukungan serta persetujuan terhadap program kerja awal. Miss Novita Nurdiana, M.Pd, yang merupakan Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, menjadi sosok yang mendampingi kelancaran proses tersebut.

Diharapkan bahwa motif dan tarian khas yang diciptakan oleh Kelompok KKN Desa Banjar Agung dapat memperkenalkan desa tersebut secara lebih luas baik di tingkat lokal maupun nasional. Selain itu, upaya ini diharapkan juga dapat mengingatkan generasi mendatang akan pentingnya melestarikan budaya dan tradisi lokal mereka.

Karya yang dihasilkan oleh kelompok ini tidak hanya sekadar sebuah pencapaian, tetapi juga sebuah langkah nyata dalam memperkaya warisan budaya serta mengangkat martabat sebuah daerah.

Semoga karya ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih menghargai dan melestarikan kekayaan budaya lokal mereka. (***)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved