PEMBARUAN.ID – Senja merayap pelan di langit Pesisir Barat, membawa warna jingga yang menenangkan. Di tengah gemuruh ombak dan semilir angin laut, sekelompok orang berkumpul dengan penuh semangat dan harapan di sebuah tanah lapang.
Mereka adalah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Pesisir Barat. Hari itu, Rabu (07/08/ 2024), menjadi saksi lahirnya sebuah babak baru dalam perjalanan mereka.
Di bawah naungan langit yang seolah memberkati, Mashuri S.IP, pemimpin Pengurus Wilayah IKA PMII Lampung, berdiri tegak dengan senyum yang tak bisa disembunyikan.
Ditemani oleh tokoh-tokoh penting dari PCNU Pesisir Barat, seperti Ketua Ahmad Khotob S.Ag dan Sekretaris Heri Kiswanto, S.Sos.I, mereka bersiap untuk meletakkan batu pertama pembangunan sekretariat yang akan menjadi pusat pergerakan baru, yang mereka sebut Lamban Pergerakan.
Mashuri, dengan suara yang menggema penuh keyakinan, menyampaikan sambutannya. “Ini bukan sekadar peletakan batu pertama. Ini adalah simbol dari semangat kebersamaan kita. Mari kita satukan visi dan misi untuk mencapai tujuan bersama,” ucapnya, seolah-olah berbicara kepada setiap hati yang hadir di sana.
“Setiap langkah dalam pembangunan ini harus kita lakukan dengan dedikasi dan tanggung jawab. Semoga Lamban Pergerakan ini membawa manfaat besar bagi semua pihak.”
Di sisi lain, sahabat Jefri, ketua pelaksana pembangunan, memandang jauh ke depan dengan mata yang penuh harap. “Dengan adanya Lamban Pergerakan, kita berharap tempat ini menjadi kawah candradimuka, tempat diskusi dan memperdalam khazanah ke-Indonesiaan dan ke-Islaman,” katanya.
Kata-kata Jefri bukan hanya sekadar harapan, melainkan doa yang terucap dari hati yang tulus. Ia membayangkan tempat ini akan menjadi pelindung bagi sahabat-sahabat PMII, tempat di mana mereka bisa berteduh dan berdiskusi.
Tak hanya itu, Jefri juga menambahkan bahwa Lamban Pergerakan ini diharapkan menjadi ruang silaturahim lintas generasi.
“Ada ratusan kader PMII dari berbagai kampus di Indonesia yang pulang kampung ke Pesisir Barat. Dengan adanya wadah ini, semoga menjadi kekuatan besar untuk membangun Pesisir Barat di masa depan,” lanjutnya, menatap masa depan dengan optimisme yang menular.
Doa pun dipanjatkan oleh Khatib PCNU Pesisir Barat, Ustadz Faisol Mudain, SH. Suara doanya mengalun merdu, mengiringi harapan dan semangat yang membara di hati setiap orang yang hadir.
Di bawah langit Pesisir Barat yang mulai beranjak malam, doa itu terbang tinggi, membawa serta mimpi-mimpi besar untuk masa depan yang lebih baik.
Peletakan batu pertama Lamban Pergerakan IKA PMII bukan sekadar sebuah acara seremonial. Ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang, perjalanan yang akan diisi dengan kerja keras, dedikasi, dan cinta.
Di tengah senja yang memudar, sebuah harapan baru telah lahir, siap untuk mengarungi setiap tantangan yang akan datang. (sandika)














