PEMBARUAN.ID – Pagi itu, Senin (07/10/2024) suasana Sekretariat PWI Lampung Barat terasa berbeda. Kursi-kursi telah tertata rapi, dan bendera PWI berkibar gagah di depan. Konfrensi Kerja Kabupaten (Konferkab) VII telah dimulai.
Para wartawan hadir, tak hanya untuk menjalankan tugas, tetapi juga untuk menentukan arah baru bagi profesi yang mereka geluti dengan sepenuh hati.
Di antara mereka, berdiri Ketua PWI Lampung, H. Wirahadikusumah, sosok yang dihormati karena keteguhan dan prinsipnya. Ia datang bersama jajaran pengurus harian PWI Lampung, siap memimpin pertemuan ini.
Tema yang diusung tahun ini sederhana namun penuh makna, “Melalui Konferkab VII PWI Lampung Barat, Kita Tingkatkan Profesionalisme Wartawan Dalam Mendukung Pilkada Damai dan Berkualitas di Bumi Beguai Jejama Sai Betik.” Harapan terucap dalam kata-kata itu, seolah menggantung di udara, menunggu untuk diwujudkan.
Dua sosok berdiri di hadapan para peserta, Rifai Arif dan Nopriadi. Rifai, Ketua PWI Lampung Barat periode sebelumnya, adalah wajah yang tak asing bagi mereka. Di sampingnya, Nopriadi, sang sekretaris, menatap penuh tekad.
Hari ini, keduanya tak hanya bersaing, tetapi juga membawa visi baru bagi PWI Lampung Barat. Dengan hanya 20 orang Daftar Pemilih Tetap (DPT), suara setiap peserta begitu berarti. Merekalah yang akan menentukan siapa yang layak memimpin di tengah tantangan yang kian kompleks.
Saat H. Wirahadikusumah mulai berbicara, suasana menjadi hening. Setiap kata yang keluar dari mulutnya terasa penuh makna.
“Konferensi kerja ini adalah amanah yang harus dijalankan. Saya tidak akan pernah mengintervensi proses ini. Kalianlah yang menentukan arah organisasi ini,” ujarnya dengan nada tegas namun tetap penuh hormat.
Ia tahu, di depan sana, organisasi ini harus tetap berdiri tegak, menjaga marwah dan integritasnya. Baginya, sebuah kepengurusan hanya bisa disebut berhasil jika mampu melewati ujian waktu dan menunjukkan dedikasi yang tulus.
Tak hanya itu, ia mengingatkan pentingnya peningkatan sumber daya manusia. “PWI Lampung Barat harus terus berupaya meningkatkan kualitas SDM-nya melalui Uji Kompetensi Wartawan. Kita harus tetap independen, profesional, dan solid. Itu yang akan membuat kita berbeda,” tegasnya.
Ucapan itu disambut anggukan kepala dari mereka yang hadir, seakan semua sepakat bahwa ini bukan hanya sekadar tugas, tetapi juga tanggung jawab besar.
Rifai Arif pun menambahkan suaranya, tak ingin kalah dalam memberikan inspirasi. “Kita harus terus solid. Kami berharap siapapun yang terpilih nantinya, ia bisa melanjutkan program yang sudah dirintis dan membawa kemajuan bagi PWI Lampung Barat,” katanya penuh harap.
Bagi Rifai, organisasi ini adalah tempat yang ia cintai dan dedikasikan waktunya, bukan sekadar tanggung jawab formal, tapi sebuah pengabdian.
Hari itu, Konferkab VII tak hanya menjadi ajang pemilihan ketua baru, tapi juga menjadi cermin bagi seluruh anggota PWI Lampung Barat untuk bercermin, mengevaluasi, dan berkomitmen kembali.
Di tengah riuhnya persiapan Pilkada 2024, mereka tahu bahwa profesionalisme adalah kunci untuk menjaga damainya pemilu. Mereka sadar, jalan di depan tidak akan mudah, tetapi dengan kebersamaan, mereka yakin akan mampu menjalaninya.
Karena di bumi Beguai Jejama Sai Betik ini, mereka tak sekadar wartawan; mereka adalah bagian dari perubahan yang lebih besar, sebuah harapan bagi demokrasi yang lebih damai dan berkualitas. (***)














