PEMBARUAN.ID – Aliansi BEM Nusantara (BEMNus) Lampung medesak Kapolda Lampung untuk segera menangkap dan mengadili pelaku percobaan pembunuhan terhadap Eks Ativis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Dio Alif Putra.
Dio adalah mantan Sekretaris Umum HMI Cabang Yogyakarta periode 2015-2016, menjadi korban penusukan brutal, Jumat 26 Juli 2024 lalu.
Peristiwa tersebut terjadi di kediaman Dio di Desa Sumbermarga, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur (Lamtim).
Laporan polisi menyebutkan bahwa pelaku, berinisial TR, melakukan penusukan dengan sadar dan terencana. Namun, meskipun identitas pelaku sudah diketahui, hingga kini pelaku belum juga tertangkap.
Koordinator Daerah Aliansi BEMNus Lampung, Faathir Al Insaani menyatakan, kecaman keras terhadap tindakan pelaku dan menuntut penegakan hukum seberat-beratnya.
“Kami mengutuk keras tindakan pelaku yang mencoba menghilangkan nyawa korban secara sadar dan terencana. Kami meminta Kapolda Lampung dan Kapolres Lampung Timur untuk segera menemukan pelaku dan memberikan atensi terhadap kasus ini,” tegas Faathir.
Kapolsek Way Jepara, Iptu Siregar, mengonfirmasi, pihaknya masih terus berupaya mengungkap keberadaan pelaku.
“Kami masih mencari keberadaan pelaku yang melarikan diri. Orangnya sudah jelas, pelaku sudah jelas,” ujarnya saat dihubungi di Lampung Timur, Kamis lalu.
Kronologi Kejadian
Dio Alif Putra mengalami penusukan di rumahnya sekitar pukul 10.00 WIB. Adiknya, Ages Marsela, yang saat itu berada di dalam kamar, mendengar suara ketukan keras di pintu. Setelah Dio membuka pintu dan mengusir tamu tak diundang tersebut, terjadi keributan yang berujung pada penusukan.
“Dio mencoba mengusir orang itu, tetapi malah diserang dengan pisau garpu,” kata Ages. “Saya mendengar Dio merintih kesakitan dan berteriak minta tolong. Ketika saya keluar kamar, kakak saya sudah berlumuran darah.”
Pelaku, yang masih memegang pisau garpu, sempat hendak menikam kembali Dio sebelum melarikan diri. Beruntung, sejumlah pekerja bangunan yang berada di sekitar lokasi segera datang membantu, meskipun pelaku berhasil melarikan diri.
Ages mengaku tidak mengenal pelaku, namun bisa mengingat wajahnya dengan jelas. Saat ini, Dio sedang menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Achmad Yani Metro, dengan luka tusuk di perut, sayatan di jari dan tangan kiri, serta luka tusuk di lengan kanan.
Desakan Terhadap Aparat
Aliansi BEMNus Lampung menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan memastikan keadilan bagi korban.
“Kami tidak akan diam sampai pelaku tertangkap dan diadili,” tegas Faathir Al Insaani.
Sementara itu, Iptu Siregar meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar pihaknya dapat segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku. “Kami mohon doa dari masyarakat agar kasus ini segera terungkap dan pelaku dapat ditangkap,” tutupnya. (red)














