iklan
BisnisHUKUM & KRIMINALLEGISLATIF

Tuding Polisi Tak Serius Tangani Kasus Pencurian, PT Prima ‘Ngadu’ ke DPRD

×

Tuding Polisi Tak Serius Tangani Kasus Pencurian, PT Prima ‘Ngadu’ ke DPRD

Share this article

PEMBARUAN.ID – PT Prima Alumga, perusahaan perkebunan sawit di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, mengadukan lambannya penanganan kasus pencurian, pengrusakan, dan teror terhadap karyawan mereka ke DPRD Provinsi Lampung. Perusahaan menilai aparat kepolisian tidak serius dalam menindak pelaku meski bukti-bukti telah diserahkan.

Keluhan ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Lampung yang turut dihadiri perwakilan perusahaan, Serikat Petani Perkebunan SPSI Provinsi Lampung, serta anggota dewan.

Polisi Dinilai Lamban, Pelaku Berkali-kali Dilepas

Pengurus Daerah Serikat Petani Perkebunan SPSI Provinsi Lampung, Hasan Nur Em Rasyid, mengungkapkan pencurian tandan buah sawit di lahan PT Prima Alumga, Desa Sungai Cambai, Kecamatan Mesuji Timur, sudah berlangsung sejak Juli 2024. Situasi semakin parah setelah empat mes karyawan dibakar pada 5 Februari 2025, diikuti aksi teror dan penyerangan terhadap pekerja.

“Kawan-kawan kami terpaksa mengungsi karena merasa tidak aman. Bahkan, pencurian kini dilakukan secara terang-terangan di kebun sawit yang hanya berjarak 300–400 meter dari mes karyawan,” ujar Hasan kepada awak media.

Meski sudah berulang kali dilaporkan ke TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Mesuji, dan Forkopimda setempat, Hasan menilai tidak ada tindakan tegas dari kepolisian.

“Ada 60 pencuri yang sempat ditangkap TNI, tapi dilepas dengan alasan tidak memenuhi unsur tindak pidana. Padahal, bukti-bukti seperti foto dan video sudah lengkap,” tegasnya.

Hasan juga mengkritik sikap Polres Mesuji yang dinilai berbelit-belit dalam menangani kasus ini.

“Mereka berdalih tidak ada laporan polisi (LP) dan bukti, padahal semuanya sudah kami siapkan. Bahkan, pelaku penusukan terhadap karyawan kami sempat ditangkap, tapi kemudian dilepaskan lagi,” ungkapnya.

Ia menduga aksi pencurian dan teror ini sengaja dibiarkan untuk mengosongkan area perkebunan, sehingga pelaku lebih leluasa menjarah hasil sawit.

“Ini murni tindak kriminal. Jika ada masalah dengan masyarakat, seharusnya diselesaikan melalui dialog atau unjuk rasa, bukan dengan pencurian dan teror,” katanya.

Lebih lanjut, Hasan menyoroti peran penadah hasil curian yang dianggap sebagai akar masalah.

“Kalau penadahnya ditindak, pencurian akan berhenti. Tapi, polisi sepertinya tidak serius menangani ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak dari kasus ini tidak hanya dirasakan oleh PT Prima Alumga, tetapi juga oleh masyarakat sekitar.

“Kalau perusahaan ini hengkang, banyak karyawan yang akan kehilangan pekerjaan. Ini juga bisa merusak citra Lampung sebagai daerah tujuan investasi,” pungkasnya.

Perusahaan Merugi, Investasi Terancam

Senior Eksekutif PT Prima Alumga, Darmawansyah, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengalami kerugian besar akibat pencurian, penjarahan, pengrusakan, hingga pembakaran aset.

“Kami sudah melaporkan setiap kejadian ke kepolisian, tapi belum ada tindakan nyata. Pencurian dilakukan siang dan malam dengan ancaman senjata tajam dan senjata api,” kata Darmawansyah.

Ia menegaskan bahwa situasi ini membuat karyawan resah dan takut untuk bekerja.

“Kami berharap DPRD Provinsi Lampung dapat membantu menciptakan keamanan dan kepastian hukum bagi perusahaan. Jika PT Prima Alumga sebagai perusahaan penanaman modal asing (PMA) hengkang, dampaknya akan buruk bagi perekonomian daerah,” tambahnya.

DPRD Lampung: Akan Kami Tindaklanjuti

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS, berjanji akan segera menindaklanjuti laporan PT Prima Alumga dan berkoordinasi dengan Polda Lampung, Polres Mesuji, serta Pemerintah Kabupaten Mesuji.

“Keamanan dan kepastian hukum adalah hal utama bagi investor. Kami akan memastikan aparat penegak hukum segera merespons kasus ini,” ujar Budiman.

Ia juga menyoroti penggunaan senjata api dalam aksi pencurian serta kasus penusukan terhadap karyawan PT Prima Alumga.

“Kami prihatin dengan kondisi ini. Harus ada tindakan cepat agar iklim investasi di Lampung tetap kondusif,” tegasnya.

DPRD Lampung berkomitmen mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan ini, termasuk memastikan keamanan karyawan dan aset perusahaan. (sandika)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *