PEMBARUAN.ID – Di balik sorotan publik terhadap perusahaan besar, ada sosok yang bekerja dalam diam, merajut komunikasi, dan menjaga kepercayaan. Sosok itu adalah Aris Handoyo, Sekretaris Perusahaan PTPN I, yang baru saja meraih penghargaan bergengsi “Indonesia Corporate Secretary Champion 2025” dari SWA Media Group.
Perannya mungkin tak banyak diketahui orang. Namun, seorang sekretaris perusahaan bukan sekadar mengurus agenda dan dokumen, melainkan jembatan vital yang menyatukan irama kerja internal dengan dinamika eksternal.
“Fungsi Sekper adalah menjaga harmoni komunikasi, membangun citra positif, serta memastikan tata kelola berjalan baik,” ujar Aris usai menerima penghargaan di Jakarta, Rabu (10/09/2025).
Penghargaan ini datang bukan tanpa proses panjang. Pasca merger PTPN I, Aris menghadapi tantangan besar: menjaga konsistensi komunikasi perusahaan di tengah perubahan.
Ia sadar bahwa reputasi tidak dibangun lewat pidato singkat, melainkan lewat kerja konsisten, integritas, dan kemampuan membangun jejaring.
“Bagi saya, penghargaan ini adalah refleksi bahwa peran Sekper kini semakin strategis. Tantangan akan terus ada, tapi itu menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik,” tambahnya.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Y. Danas, turut memberikan apresiasi. Ia menyebut capaian Aris sebagai bukti nyata peran penting Sekper dalam menjaga citra perusahaan.
“Aris berhasil menunjukkan bahwa komunikasi yang baik adalah fondasi tata kelola yang sehat. Prestasi ini diharapkan menginspirasi seluruh insan PTPN I untuk terus berinovasi,” kata Teddy.
Dalam ajang tahunan yang diselenggarakan SWA Media Group ini, Aris berdiri sejajar dengan Sekper dari berbagai perusahaan ternama seperti PT PLN Indonesia Power, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, hingga PT Citilink Indonesia. Namun, bagi Aris, kemenangan bukan soal posisi, melainkan soal makna: bagaimana kepercayaan yang ia jahit dengan sabar akhirnya berbuah pengakuan.
Kini, setelah sorak tepuk tangan penghargaan reda, Aris kembali ke rutinitasnya—menjadi penghubung antara perusahaan dan publik. Sebuah pekerjaan sunyi, namun penuh arti. Karena dari benang-benang komunikasi itulah, ia terus menjahit kepercayaan yang menjadi fondasi utama kemajuan PTPN I. (***/red)














