iklan
METROPOLIS

Ramadan, Harga Bahan Pokok di Lampung Tetap Stabil

×

Ramadan, Harga Bahan Pokok di Lampung Tetap Stabil

Share this article

PEMBARUAN.ID — Stabilitas harga bahan pokok di Provinsi Lampung tetap terjaga meskipun terjadi peningkatan permintaan masyarakat selama bulan Ramadan. Kondisi tersebut menunjukkan efektivitas langkah pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama pemerintah pusat.

Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang diikuti Pemerintah Provinsi Lampung secara virtual dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Selasa (03/03/2026).

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Tomsi Tohir, dan diikuti oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dari seluruh provinsi di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut dipaparkan perkembangan inflasi terkini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik.

Berdasarkan data BPS, inflasi Provinsi Lampung secara bulanan (month to month) pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,36 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,68 persen. Hal ini menunjukkan bahwa harga sejumlah komoditas di Lampung relatif terkendali meskipun terjadi peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan.

Sementara itu, inflasi nasional secara tahunan (year on year) pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen. Pada periode yang sama, inflasi tahunan Lampung berada di angka 2,95 persen. Capaian ini menjadikan Lampung sebagai provinsi dengan inflasi terendah di wilayah Sumatera dan terendah kedua secara nasional.

Beberapa komoditas yang memengaruhi pergerakan inflasi antara lain tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, serta ikan segar. Peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan juga memberikan tekanan terhadap sejumlah komoditas pangan.

Di Lampung sendiri, berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu keempat Februari 2026 dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), angka IPH tercatat sebesar 0,93 persen. Komoditas yang memberikan andil kenaikan harga antara lain cabai rawit, daging sapi, dan cabai merah.

Dalam arahannya, Tomsi Tohir menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga hingga Hari Raya Idulfitri melalui pemantauan langsung terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga.

“Kondisi yang sudah baik ini kita pertahankan sampai Hari Raya Idulfitri,” ujarnya.

Upaya pengendalian inflasi tersebut merupakan bagian dari sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 2026. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *