iklan
KesehatanMETROPOLIS

Bandarlampung Aman dari Kasus Gagal Ginjal pada Anak

×

Bandarlampung Aman dari Kasus Gagal Ginjal pada Anak

Share this article

PEMBARUAN.ID – Di tengah gencarnya pemberitaan mengenai peningkatan kasus gagal ginjal pada anak di Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandarlampung melalui Dinas Kesehatan menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan mengenai anak-anak yang menjalani cuci darah di kota tersebut. Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Bandarlampung.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jawa Barat, sepanjang tahun 2023 tercatat 125 anak dari 27 kabupaten dan kota harus menjalani cuci darah. Hingga Juli 2024, jumlah kasusnya mencapai 77 pasien. Fenomena ini disebabkan oleh berbagai faktor yang masih terus diteliti.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Desti Mega Putri, menyampaikan bahwa di Bandarlampung tidak ditemukan kasus anak dengan gagal ginjal yang memerlukan hemodialisis atau cuci darah.

“Proses cuci darah anak hanya dilakukan di rumah sakit dan tidak dilaporkan ke Dinas Kesehatan. Di Bandarlampung tidak ditemukan pasien anak dengan gagal ginjal yang dihemodialis atau cuci darah,” kata Desti, Rabu (07/08/2024).

Meskipun demikian, Desti mengimbau masyarakat, terutama para orangtua, untuk tetap waspada dan memperhatikan kesehatan anak-anak mereka.

Salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan adalah memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang seimbang.

Ia menyarankan agar orangtua mengikuti pedoman gizi “isi piringku” yang disusun oleh Kementerian Kesehatan. Pedoman ini menekankan pentingnya variasi makanan dengan porsi yang seimbang antara karbohidrat, lauk pauk, sayur-sayuran, dan buah-buahan.

Terpisah, Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, turut menyoroti pentingnya pola makan sehat bagi anak-anak. Eva meminta kepada orangtua untuk menghindari memberikan makanan instan atau kemasan kepada anak-anak mereka.

“Jangan biasakan anak makan makanan instan atau kemasan. Meskipun susah melarang anak-anak jajan sembarangan, namun orang tua harus pintar dengan memasaknya sendiri di rumah,” kata Eva.

Eva menambahkan bahwa orangtua bisa membuat variasi makanan sehat seperti nugget buatan sendiri yang lebih terjamin nutrisinya.

“Dengan memasak sendiri, kita bisa memastikan anak-anak mendapatkan nutrisi yang baik dan terhindar dari bahan pengawet yang sering ditemukan pada makanan instan,” tambahnya.

Pemerintah Kota Bandarlampung terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan pemantauan kesehatan anak-anak.

Upaya ini diharapkan dapat menjaga anak-anak di Bandarlampung terhindar dari berbagai penyakit, termasuk gagal ginjal, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka. (agis)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *