PEMBARUAN.ID — Pemerintah Provinsi Lampung terus menegaskan perannya sebagai simpul solidaritas kemanusiaan di Sumatera. Bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung, bantuan bagi korban bencana lintas daerah kembali disalurkan.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung sekaligus Ketua PMI Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menyerahkan bantuan sebesar Rp509 juta untuk program Bumbung Kemanusiaan Provinsi Lampung. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Ruang Sekretaris Daerah, Senin (20/04/2026).
Bantuan tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, dan selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.
Penyaluran ini merupakan bagian dari gerakan kolektif yang telah berlangsung lebih dari empat bulan terakhir, melibatkan berbagai unsur mulai dari organisasi perangkat daerah, perguruan tinggi, lembaga, hingga komunitas masyarakat. Dengan tambahan dari PMI, total bantuan kemanusiaan yang berhasil dihimpun Pemerintah Provinsi Lampung kini mencapai Rp1,8 miliar.
Purnama Wulan Sari Mirza, yang akrab disapa Batin Wulan, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian masyarakat Lampung terhadap sesama yang tengah tertimpa musibah.
“Ini adalah titipan kemanusiaan dari masyarakat. Harapannya dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan kuatnya solidaritas sosial yang terus terjaga di Provinsi Lampung.
Sementara itu, Marindo Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PMI dalam menyalurkan bantuan melalui pemerintah daerah. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa pemerintah dipercaya sebagai bagian dari sistem distribusi bantuan yang akuntabel dan tepat sasaran.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Bantuan akan kami salurkan secara amanah melalui mekanisme Bumbung Kemanusiaan Provinsi Lampung,” kata Marindo.
Ia memastikan bahwa seluruh bantuan akan segera diteruskan kepada koordinator di lapangan agar dapat langsung dirasakan oleh masyarakat terdampak.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Lampung tidak hanya sebagai daerah pengumpul bantuan, tetapi juga sebagai penggerak utama distribusi kemanusiaan lintas wilayah di Sumatera. (***/red)














