iklan
Bencana Alam

Demo Tandingan Banjir di Pemkot, Dinilai Jauhkan Akar Persoalan

×

Demo Tandingan Banjir di Pemkot, Dinilai Jauhkan Akar Persoalan

Share this article

PEMBARUAN.ID – Ada yang menarik dalam fenomena demostrasi menuntut penanganan banjir di Bandarlampung. Disatu sisi sejumlah warga mendesak Walikota untuk memberikan solusi nyata mengatasi Banjir.

Namun disisi lain, terdapat demonstrasi tandingan yang dilakukan oleh warga terdampak banjir dan menyebut Pemkot turun langsung dan serius memecahkan permasalahan banjir.

Menanggapi fenomena ini, Ketua Divisi Riset, Penelitian, dan Pendidikan LBH Dharma Loka Nusantara, Ahmad Suban Rio menilai, jika narasi tandingan ini terus digulirkan tanpa klarifikasi yang sehat, hal ini dikhawatirkan dapat memicu konflik horizontal antarwarga yang justru akan memperkeruh suasana dan menjauhkan fokus dari persoalan utama, yaitu penyelesaian banjir.

Oleh karena itu, Ia mengajak seluruh warga Bandarlampung, terutama mereka yang terdampak langsung oleh banjir, untuk tetap bijaksana dalam menyikapi situasi ini.

“Perbedaan pandangan adalah hal lumrah dalam masyarakat demokratis, namun masalah banjir ini adalah persoalan nyata yang menyangkut keselamatan jiwa dan masa depan kota. Ini bukan soal pro atau kontra terhadap aksi, tetapi soal bagaimana kita bersama-sama menuntut pemerintah agar segera bertindak,” kata dia saat diwawancarai, Selasa (29/04/2025).

Ia juga menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa diselesaikan dengan gimmick politik belaka. Aksi turun ke lapangan oleh Wali Kota Eva Dwiana yang terkesan hanya untuk pencitraan semata, tidak akan menyelesaikan akar persoalan.

“Kinerja nyata, transparansi, dan komitmen jangka panjang yang dibutuhkan — bukan sandiwara empati di hadapan kamera,” tambahnya.

“Delapan nyawa sudah hilang akibat banjir ini. Delapan keluarga berduka. Ini bukan sekadar angka. Harus menunggu berapa banyak korban lagi agar Wali Kota Eva Dwiana benar-benar serius menangani bencana ini?,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Ia menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dalam perjuangan menuntut keadilan lingkungan dan tata kota yang lebih manusiawi.

“Dan kepada Wali Kota Eva Dwiana: berhenti bermain-main dengan masalah banjir. Warga tidak butuh simpati palsu. Warga butuh solusi,” tutupnya. (sandika)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *