PEMBARUAN.ID – Pj. Ketua Umum PBNU, KH. Zulfa Mustofa, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama harus mengambil peran strategis dalam membentengi umat Islam dari pengaruh zionis yang kian merambah berbagai kawasan, termasuk Indonesia. Hal itu disampaikan saat beliau berada di Cirebon sebelum menghadiri haul putra mantu KH. Hannan di Babakan Ciwaringin.
Menurut KH. Zulfa, para masyayikh sejak lama menekankan bahwa NU harus tampil sebagai penjaga umat, penuntun jam’iyyah, dan penguat langkah khidmah di tengah dinamika global.
“Ikhtiar, doa, dan kebijaksanaan para kiai adalah benteng terbesar umat dalam menghadapi pengaruh zionis,” ujarnya.
Dalam kunjungan ke Cirebon, Pj. Ketua Umum PBNU bersilaturahmi dengan Rais Syuriah PBNU KH. Mustofa Aqil Siraj di Kempek, serta sejumlah kiai terkemuka seperti KH. Wawan Arwani (Rais Syuriah PCNU Cirebon/Pengasuh Buntet), KH. Taufiqurrahman (Pondok Gedongan), KH. Fauzi (Babakan Ciwaringin), dan para kiai dari Cirebon, Indramayu, dan Majalengka.
KH. Zulfa Mustofa menyebut pesantren-pesantren di wilayah tersebut telah melahirkan ratusan ribu alumni yang mengabdi di berbagai sektor kehidupan, mulai dari agama, pendidikan, sosial, hingga kebangsaan. Keberadaan para alumni ini memperkukuh peran pesantren sebagai pilar kekuatan umat.
Dalam diskusi bersama para pengasuh pondok pesantren, isu kondisi pesantren, dinamika NU, hingga geopolitik global turut mengemuka. Para kiai menyoroti dominasi Israel yang kian terasa di Timur Tengah, Afrika, Asia, bahkan negara-negara di Asia Tenggara.
“Para masyayikh sangat menekankan agar NU benar-benar menjadi benteng umat Islam dari pengaruh zionis yang telah menyusup ke berbagai organisasi Islam di Indonesia,” tegas KH. Zulfa Mustofa mengakhiri pernyataannya. (***/red)














