iklan
HEADLINEPERISTIWA

Wakil Rakyat Harus Utamakan Kepentingan Rakyat

×

Wakil Rakyat Harus Utamakan Kepentingan Rakyat

Share this article

PEMBARUAN.ID – Akademisi Universitas Lampung (Unila), Yusdianto menegaskan bahwa anggota legislatif ke depan harus benar-benar menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.

Menurutnya, wakil rakyat bukan sekadar jabatan politik, melainkan amanah besar untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Legislatif itu hadir untuk rakyat. Mereka harus mengutamakan kesejahteraan publik, bukan kepentingan pribadi, kelompok, atau partai politik,” ujar Yusdianto diwawancarai pembaruan.id, Senin (01/09/2025).

Ia menekankan pentingnya integritas bagi anggota DPR dan DPRD dengan menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Selain itu, wakil rakyat harus menjaga martabat lembaga legislatif melalui kedisiplinan dan etos kerja tinggi, serta profesional dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Yusdianto juga mengingatkan agar para legislator aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, baik melalui reses, forum diskusi, maupun media digital.

“Setiap kebijakan yang dihasilkan legislatif harus berorientasi pada keadilan sosial dan hak asasi manusia. Hanya dengan begitu, rakyat bisa merasakan manfaat nyata dari kehadiran wakilnya di parlemen,” pungkasnya.

Di sisi lain, sorotan publik tengah mengarah pada empat anggota DPR yang dinonaktifkan partainya, yakni Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach (Nasdem), serta Eko Patrio dan Uya Kuya (PAN). Meski telah diumumkan nonaktif, secara hukum keempatnya masih berstatus sebagai anggota DPR sehingga tetap menerima gaji, tunjangan, dan fasilitas negara.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, mengingatkan masyarakat agar tidak terkecoh dengan istilah “nonaktif” yang digunakan partai politik.

“Dalam UU MD3 tidak dikenal istilah nonaktif. Artinya, mereka tetap sebagai anggota DPR dan tetap terima gaji, tunjangan, dan fasilitas lain. Jangan anggap kami semua bodoh,” tegas Said lewat akun media sosialnya.

Sebelumnya, Partai Amanat Nasional (PAN) mengumumkan penonaktifan Eko Patrio dan Uya Kuya, sementara Partai Nasdem mengambil langkah serupa terhadap Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *