Tegaskan Hanya Merah Putih yang Diakui
PEMBARUAN.ID – Bandarlampung Pemerintah Provinsi Lampung secara tegas melarang pengibaran bendera selain Merah Putih dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Larangan ini muncul menyusul viralnya aksi pengibaran bendera bajak laut Jolly Roger dari serial anime Jepang One Piece di sejumlah wilayah di Lampung.
Fenomena ini pertama kali mencuat setelah sebuah mobil tangki sedot WC terekam kamera mengibarkan bendera One Piece saat melintas di jalan protokol Kota Bandarlampung. Aksi serupa juga dilakukan sekelompok buruh di PT San Xiong Steel, Lampung Selatan, sebagai bentuk protes terhadap gaji yang belum dibayarkan selama empat bulan.
“Iya, benar. Pengibaran bendera One Piece itu dilakukan oleh kawan-kawan buruh,” ujar Iwan Sitorus, Pengurus Serikat Buruh PT San Xiong bagian Advokasi, saat dikonfirmasi Minggu (03/08/2025).
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyatakan bahwa hanya bendera Merah Putih yang diakui secara resmi di Indonesia. Ia menilai pengibaran bendera lain sebagai bentuk penggerusan nilai-nilai kebangsaan.
“Kita hanya mengenal satu bendera, yaitu Merah Putih. Tindakan pengibaran bendera lain, apalagi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, sangat kita kecam,” tegas Marindo, Selasa (5/8/2025).
Pemprov Lampung, lanjut Marindo, akan menggencarkan kampanye pengibaran Merah Putih di seluruh wilayah Lampung untuk menanamkan rasa cinta tanah air, khususnya kepada generasi muda.
Hal senada disampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS. Ia menyayangkan aksi tersebut dan mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan perjuangan para pahlawan.
“Bendera kita merah putih. Para pejuang dulu berdarah-darah demi berdirinya bangsa ini. Jangan sampai pengorbanan mereka dinodai dengan provokasi pengibaran bendera lain,” kata Budiman.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
“Di usia ke-80 Republik Indonesia, seharusnya kita semakin memperkuat nasionalisme dan tidak mudah terbawa arus simbol-simbol asing,” tutupnya. (sandika)














