Nasib apes menimpa Haji Sabeni, warga Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang mendadak jatuh miskin usai mencoba peruntungan di situs slot online. Lelaki paruh baya yang dikenal dermawan di lingkungannya ini, kini hanya bisa menatap kosong rumahnya yang hampir disita akibat terlilit utang demi mengejar kemenangan yang tak kunjung datang.
Menurut keterangan warga sekitar, Haji Sabeni yang baru pulang dari ibadah haji setahun lalu itu mulai mengenal situs judi online dari obrolan warung kopi. Awalnya hanya coba-coba dengan nominal kecil, namun makin hari taruhannya membengkak hingga mencapai ratusan juta rupiah.
“Awalnya cuma iseng, katanya buat hiburan. Lama-lama jadi kebiasaan, tiap malam main slot. Katanya mau dapet ‘maxwin’, tapi yang ada malah habis semua,” ujar Slamet, tetangga Haji Sabeni, kepada wartawan, Rabu (23/7).
Terjerat Iklan dan Janji Manis Situs Slot
Berdasarkan pengakuan keluarga, Haji Sabeni terpengaruh oleh iklan-iklan di media sosial yang menjanjikan “slot gampang menang” dan “jackpot jutaan rupiah setiap hari”. Ia sempat beberapa kali menang dalam jumlah kecil, namun kemenangan itu membuatnya ketagihan hingga terus mengisi deposit tanpa sadar telah menghabiskan hampir seluruh tabungan hasil usahanya.
“Bapak sampai pinjam ke koperasi, jual motor, bahkan sempat gadaikan surat rumah. Kami sudah larang, tapi dia yakin ‘cuma butuh sedikit keberuntungan’,” ujar anak sulung Haji Sabeni, yang enggan disebut namanya.
Dari Dermawan Jadi Terlilit Utang
Haji Sabeni sebelumnya dikenal sebagai sosok yang kerap membantu warga sekitar dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Ia juga dikenal sebagai pemilik usaha sembako yang cukup besar di kawasan Tanah Abang.
Namun kini, kiosnya tutup, rumahnya nyaris disita, dan ia sendiri lebih sering mengurung diri. Bahkan, ia disebut-sebut sempat mengalami gangguan mental ringan akibat tekanan ekonomi dan sosial yang ia alami.
“Kasihan, dulu beliau suka bantu anak yatim, sekarang malah harus dibantu. Jangan sampai warga lain ikut-ikutan,” kata Ustaz Darlan, tokoh masyarakat setempat.
Pihak Berwajib Diminta Bertindak
Kasus yang menimpa Haji Sabeni menjadi alarm keras bagi masyarakat luas akan bahaya judi online, terutama slot, yang kini marak diakses berbagai kalangan melalui ponsel. Pemerintah dan aparat keamanan diminta bertindak tegas menutup situs-situs ilegal tersebut yang banyak menjebak masyarakat dengan iming-iming hadiah instan.
Ketua RW setempat, Agus Suryana, mengaku telah mengajukan laporan ke kepolisian setempat terkait aktivitas promosi situs judi online yang merajalela di media sosial.
“Kami minta Kominfo dan polisi segera menindak. Jangan sampai makin banyak korban. Jangan sampai masyarakat kecil makin sengsara karena judi online ini,” tegasnya.
Penutup: Jangan Sampai Terlambat
Kisah tragis Haji Sabeni menjadi pengingat bahwa perjudian, sekecil apa pun bentuknya, adalah jalan cepat menuju kehancuran. Harapan akan “cuan instan” dari mesin slot digital ternyata hanya ilusi yang menyisakan nestapa.
Pemerintah diharapkan segera menggencarkan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya judi online ke berbagai lapisan masyarakat. Tak hanya melalui media, tetapi juga lewat tokoh agama, sekolah, dan komunitas lokal.
Judi online bukan hiburan, melainkan jebakan. Jika Haji Sabeni saja bisa jatuh, siapa pun bisa jadi korban berikutnya. (***)














