PEMBARUAN.ID – Langit di Kabupaten Way Kanan hari itu, Senin (10/03/2025) tampak muram, seolah ikut berduka. Angin berembus pelan, membawa kabar yang tak diinginkan siapa pun—H. Ali Rahman, Bupati Way Kanan periode 2025-2030, telah berpulang.
Di rumah duka, di Dusun Bintang Mulya, Kampung Negeri Baru, ratusan pelayat berkumpul. Wajah-wajah mereka menyiratkan kehilangan yang mendalam, menunggu kedatangan jenazah dari Bandarlampung.
Perjalanan hidup memang tak pernah benar-benar bisa kita duga. Pukul 04.00 WIB, almarhum dilarikan ke Rumah Sakit Bumi Waras. Harapan masih ada, meski tipis. Tapi takdir berjalan di luar kuasa manusia. Kondisinya memburuk, dan meski telah dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek, Tuhan ternyata lebih rindu. Tepat pukul 11.05 WIB, kabar duka itu tiba—H. Ali Rahman mengembuskan napas terakhirnya.
“Jenazah sedang dalam perjalanan dari Bandarlampung ke Way Kanan. Rencananya, beliau akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Dusun Bintang Mulya,” tutur Dr. Arie Antony Thamrin, Pejabat Sekda Pemerintah Kabupaten Way Kanan, dengan suara yang terdengar berat menahan pilu.
Baru saja, kurang dari sebulan yang lalu, H. Ali Rahman berdiri gagah di hadapan Presiden RI, Prabowo Subianto. Tepat pada 20 Februari 2025, di Jakarta, beliau dilantik sebagai Bupati Way Kanan.
Ada mimpi besar yang beliau bawa, ada harapan yang ingin beliau wujudkan. Namun, hidup sering kali mengajarkan bahwa tak semua rencana manusia sejalan dengan kehendak semesta.
Hari itu, Way Kanan bukan hanya kehilangan seorang pemimpin. Mereka kehilangan seorang ayah, sahabat, dan teladan yang meninggalkan jejak di hati banyak orang. Dan di antara mendung yang menggantung di langit, doa-doa pelan dilangitkan, mengantar kepergian beliau dalam damai. (demsy)














