PEMBARUAN.ID – Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2024 memasuki tahap akhir dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang Tambahan (SKBT). Sebanyak 151 peserta mengikuti seleksi ini di Gedung Academic & Research Center Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) pada 27-28 Desember 2024.
Tahap SKBT ini merupakan lanjutan dari Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang telah diselenggarakan pada 14 Desember 2024. Berbeda dari SKB CAT yang dikoordinasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), SKBT dilaksanakan oleh unit kerja masing-masing, termasuk UIN RIL, sebagai bagian dari seleksi CPNS Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Pelaksanaan SKBT tahun ini menggunakan metode daring melalui aplikasi Zoom, memungkinkan peserta mengikuti ujian dari lokasi terdekat yang telah dipilih melalui aplikasi SSCASN. Dari 151 peserta, sebanyak 149 berasal dari formasi umum, sementara dua lainnya mengikuti seleksi untuk formasi disabilitas.
Formasi yang dilamar mencakup berbagai jabatan teknis, seperti Dosen Asisten Ahli, Pranata Komputer Ahli Pertama, Auditor Ahli Pertama, Penerjemah Bahasa Arab Ahli Pertama, Pranata Laboratorium Pendidikan Ahli Pertama, Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama, dan Pengawas Jaminan Produk Halal Ahli Pertama.
Koordinator Kepegawaian UIN RIL, Lepi Astra Yudiansyah, SKom, MTI, menjelaskan bahwa SKBT dirancang untuk menguji dua aspek utama, yaitu Praktik dan Sikap Kerja Berperspektif Moderasi Beragama dengan bobot 40%, serta Wawancara Wawasan Moderasi Beragama dengan bobot 10%.
“Seleksi ini bertujuan menghasilkan CPNS yang profesional, berkualitas, dan berdedikasi tinggi untuk mendukung tugas-tugas di Kementerian Agama,” ungkap Lepi.
Ia menambahkan bahwa UIN RIL berharap memperoleh ASN yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki komitmen dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi, khususnya bagi formasi dosen.
Pelaksanaan SKBT melibatkan 14 tim penguji dengan total 42 orang untuk sesi Praktik Kerja. Setiap peserta diberi waktu 30 menit untuk mempresentasikan kemampuan teknis mereka, termasuk penguasaan teknologi informasi, kemampuan berbahasa asing, dan pemahaman kitab suci.
Sementara itu, wawancara wawasan moderasi beragama dilakukan oleh 10 tim penguji yang terdiri dari 30 orang. Proses ini bertujuan menggali nilai-nilai seperti moderasi, toleransi, komitmen kebangsaan, penghormatan terhadap tradisi, serta anti-kekerasan.
Integrasi Nilai dan Penentuan Kelulusan
Kelulusan akhir CPNS Kemenag Tahun Anggaran 2024 akan ditentukan berdasarkan integrasi nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan bobot 40% dan SKB dengan bobot 60%. Peserta yang memperoleh nilai tertinggi dan memenuhi jumlah formasi akan dinyatakan lolos sebagai CPNS Kemenag.
Dr. H. Juanda Naim, MH, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian (AUPKK) UIN RIL, menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi.
“Kami ingin menghadirkan sumber daya manusia yang berintegritas, profesional, dan berkomitmen tinggi dalam menjalankan amanahnya. Hal ini menjadi kunci bagi kemajuan institusi,” kata Juanda.
Proses seleksi ini diharapkan tidak hanya melahirkan ASN yang kompeten, tetapi juga memiliki dedikasi untuk mendukung program-program Kementerian Agama. Dengan kombinasi penilaian teknis dan wawasan moderasi beragama, CPNS yang terpilih diharapkan mampu menghadirkan perubahan positif di lingkungan kerja mereka.
Pelaksanaan SKBT yang sukses di UIN RIL mencerminkan komitmen institusi dalam memastikan proses seleksi yang adil, transparan, dan objektif. Kini, para peserta tinggal menunggu hasil integrasi nilai yang akan menentukan langkah akhir mereka menuju posisi sebagai CPNS di Kementerian Agama. (***)














