PEMBARUAN.ID – Kelompok Studi Kader (Klasika) Lampung kembali menggelar program unggulannya, Kelas Mondok 40 Hari Angkatan XIV, yang akan berlangsung dari 30 Desember 2024 hingga 7 Februari 2025.
Direktur Klasika, Ahmad Mufid, menjelaskan bahwa Kelas Mondok adalah program pendidikan alternatif yang bertujuan melengkapi pendidikan formal. Menurut Klasika, pendidikan formal sering kali gagal mencetak individu yang kritis, aktif, dan berkepribadian unggul.
“Program ini dirancang untuk mahasiswa dan pemuda, agar mereka dapat menggali potensi intelektual sekaligus memperdalam analisis terhadap realitas sosial,” ujar Mufid.
Kritik terhadap Pendidikan Formal
Mufid menilai bahwa pendidikan formal cenderung berorientasi pada pencapaian akademik semata, tanpa melibatkan pengembangan kemampuan berpikir kritis atau kesadaran sosial. Akibatnya, individu yang dihasilkan lebih terfokus pada hafalan dan kecakapan teknis, dengan pola pikir yang sempit.
“Kelas Mondok hadir sebagai solusi untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa program ini mengoptimalkan tiga pusat utama dalam diri manusia: Thinking Centre, Emotional Centre, dan Physical Centre.
“Kami ingin peserta mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, sekaligus mengasah aspek emosional dan fisik mereka, agar lebih tanggap dalam memahami serta merespons realitas sosial,” jelasnya.
Tema Kelas Mondok XIV
Hanip Nur Alam, Kepala Sekolah Kelas Mondok Angkatan XIV, mengungkapkan bahwa program kali ini mengangkat tema “Negativitas Manusia dan Fenomena Sosialnya”.
“Tema ini dipilih untuk mengeksplorasi sisi gelap perilaku manusia, seperti kekerasan massa, terorisme, dan trauma kolektif, yang kerap dipicu oleh tekanan sosial, ideologi ekstrem, maupun pengalaman traumatis,” kata Hanip.
Ia menambahkan bahwa negativitas manusia, termasuk perilaku destruktif, sering kali berakar dari ketidakadilan sosial dan manipulasi ideologi. Tema ini dianggap relevan untuk memahami dinamika sosial yang kompleks di masyarakat.
“Selama 40 hari, peserta akan mendalami berbagai pemikiran filosofis dari tradisi intelektual Barat dan Timur, mulai dari Yunani Kuno hingga post-modernisme,” jelas Hanip.
Pendaftaran dan Seleksi
Program ini terbuka untuk mahasiswa dan masyarakat umum, terutama pemuda yang ingin meningkatkan kemampuan intelektual dan kesadaran sosial.
“Pendaftaran dibuka mulai 21 hingga 27 Desember 2024. Peserta yang lolos seleksi akan diumumkan pada 28 Desember 2024, dan pembukaan kelas akan dilaksanakan pada 29 Desember 2024,” terang Hanip.
Hanip menegaskan bahwa Kelas Mondok bukan sekadar ruang belajar, tetapi juga wadah refleksi diri dan eksplorasi ide-ide besar lintas disiplin ilmu.
“Kami berharap para peserta tidak hanya menjadi pengikut, tetapi juga mampu menjadi pemikir kritis yang berani menghadapi realitas sosial,” pungkasnya. (sandika)














