PEMBARUAN.ID – Pelantikan lima pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung periode 2024-2029 bukan sekadar seremoni. Di balik sumpah yang terucap, ada amanah besar yang menanti untuk dijalankan.
Tanggung jawab itu disampaikan secara lugas oleh Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar, setelah prosesi pelantikan berlangsung, Selasa (22/10/2024).
Dalam sambutannya, Giri menekankan pentingnya sinergi di antara berbagai pihak. DPRD Lampung, dalam menjalankan fungsinya, membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan jajaran pemerintah provinsi, stakeholder, dan lembaga-lembaga lainnya.
“Selama ini, sinergi telah terjalin baik. Namun, kita semua tahu, mencapai kerja sama yang optimal tak cukup hanya dengan niat, tapi juga kerja keras,” ungkapnya dengan tegas.
Kata-katanya menyiratkan beban moral yang diemban para anggota DPRD. Tak hanya sekadar duduk sebagai wakil rakyat, tapi juga berjuang untuk kesejahteraan.
Giri mengingatkan, tugas seorang anggota DPRD adalah menyalurkan aspirasi rakyat. Tanggung jawab tersebut, memueutnya, tidak sederhana.
“Ada harapan besar di pundak kami, yang harus diwujudkan dengan memperjuangkan kesejahteraan rakyat secara nyata,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyinggung pentingnya komunikasi yang lebih intensif antara DPRD dan masyarakat. Bagi Giri, komunikasi adalah kunci untuk memahami aspirasi rakyat, dan oleh karena itu, perlu dilakukan secara periodik.
Tak berhenti di situ, Giri juga menyoroti agenda penting yang harus segera dituntaskan setelah pelantikan ini. Pengesahan Tata Tertib dan Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) menjadi prioritas.
“Ini adalah pedoman dan perangkat kerja yang akan menentukan efektivitas kami dalam menjalankan fungsi pembentukan peraturan daerah, pengawasan, dan penganggaran,” jelasnya.
Di lain sisi, Pj Gubernur Lampung, Samsudin, turut hadir memberikan harapan besar. Ia yakin bahwa pengalaman dan komitmen pimpinan DPRD Lampung periode ini mampu membawa perubahan yang berarti.
Samsudin menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik bagi Lampung.
“Semoga sumpah yang diucapkan hari ini menjadi pedoman dalam setiap langkah pengambilan keputusan. Transparansi, akuntabilitas, dan keadilan harus terus terjaga dalam setiap kebijakan yang diambil,” tutur Samsudin, penuh harapan.
Di penghujung sambutannya, Samsudin juga menyinggung momen penting Pilkada serentak pada November 2024. Ia berharap DPRD Lampung mampu memainkan peran kunci dalam memastikan proses demokrasi ini berjalan dengan aman dan damai.
Di bawah langit harapan yang sama, lima pemimpin baru ini mengemban tugas yang tak ringan. Tantangan sudah ada di depan mata. Akankah kolaborasi dan komunikasi yang diharapkan menjadi solusi? Rakyat menunggu hasil dari kerja para wakilnya. (sandika)














