iklan
NASIONAL

Rapat Pleno PWI Jawa Barat: Dukungan Penuh untuk Hasil KLB

×

Rapat Pleno PWI Jawa Barat: Dukungan Penuh untuk Hasil KLB

Share this article

PEMBARUAN.ID – Matahari mulai condong ke barat ketika PWI Jawa Barat menggelar rapat pleno yang diperluas, menandai sore yang penuh makna di Kantor PWI Jawa Barat, Jalan Wartawan II, Kota Bandung.

Di balik meja panjang, Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat, duduk bersama sejumlah tokoh penting organisasi ini—diantaranya Ketua Dewan Kehormatan Olan Sibarani dan Ketua Dewan Penasehat Firman Rahmat.

Tak ketinggalan, seluruh Ketua dan Sekretaris PWI dari setiap kabupaten/kota se-Jawa Barat turut hadir. Ada banyak wajah yang tampak serius, menantikan arah kebijakan yang akan diambil.

“Intinya, kami tetap solid,” ucap Hilman tegas, seakan ingin meruntuhkan segala keraguan yang mungkin tersimpan dalam benak para peserta rapat.

Dukungan terhadap kepengurusan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) bukan hanya sikap, tapi komitmen. Kepemimpinan Zulmansyah Sakedang adalah hasil dari keputusan yang telah disepakati bersama.

“Ini sudah menjadi keputusan bersama,” ulang Hilman, menegaskan bahwa rapat pleno sore itu bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata dari sebuah kesepakatan yang kokoh.

Hilman tahu, konflik di tubuh PWI Pusat menyisakan pertanyaan di kalangan anggota di berbagai daerah. Namun, ia menegaskan bahwa roda organisasi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, harus terus berputar.

“Suka atau tidak suka, keputusan ini sudah menjadi kesepakatan bersama,” lanjutnya, seolah mengingatkan bahwa di dunia ini tak semua hal berjalan sesuai keinginan, tapi tetap harus diterima dan dijalankan.

Tak hanya Hilman, suara dukungan juga datang dari Ketua Dewan Kehormatan, Olan Sibarani, yang menegaskan langkah-langkah yang diambil oleh PWI Jawa Barat sudah selaras dengan prinsip organisasi.

“Kita mendukung keputusan ini, dan yang jelas, kita harus tetap menjunjung tinggi aturan organisasi,” ujarnya dengan nada yang mantap.

Bagi Olan, langkah ini bukan sekadar sikap formal, melainkan tanggung jawab moral yang harus dijalani oleh seluruh anggota.

Di sisi lain, Firman Rahmat—yang akrab disapa Noe—menyampaikan pesan yang lebih dalam. Ia berbicara tentang bagaimana konflik sering kali melahirkan banyak tafsir, banyak spekulasi. Tapi hari ini, di ruang pleno itu, suara Jawa Barat bulat.

“Setelah keluar dari ruangan ini, Jawa Barat bulat mendukung kepemimpinan Zulmansyah,” katanya, seolah memberi isyarat bahwa keputusan besar telah diambil, dan kini saatnya untuk melangkah maju.

Namun, di tengah semangat solidaritas yang tinggi, ada juga yang menginginkan rekonsiliasi. Usulan untuk mempertemukan kembali Zulmansyah dan Hendry CH Bangun diangkat dalam pertemuan itu, mengingat pertemuan mereka sebelumnya di Kantor Menteri Hukum dan HAM. Sebuah langkah damai yang sepertinya masih menyisakan harapan bagi sebagian pihak.

Pada akhirnya, Hilman kembali berdiri, menatap seluruh peserta rapat. Suaranya, kali ini lebih tenang, namun tetap tegas.

“Kami, PWI Jawa Barat, bulat mendukung kepemimpinan Zulmansyah.” Sebuah pernyataan yang bukan hanya penutup rapat, tapi juga penegasan akhir dari perjalanan panjang konflik yang menimpa PWI Pusat.

Sore itu, seiring dengan langit yang semakin temaram, keputusan telah diambil. Di balik ketegangan rapat yang sudah terurai, kini tersisa satu harapan: bahwa suara bulat dari Jawa Barat akan membawa PWI kembali ke jalur yang damai, dengan satu komando di bawah kepemimpinan Zulmansyah Sakedang. (***)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *