PEMBARUAN.ID – Deklarasi dukungan Pemuda Pancasila kepada Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela pada Pemilihan Gubernur Lampung 2025-2030 tidak hanya tentang sebuah formalitas politik.
Di balik suasana meriah yang menyelimuti deklarasi yang dirangkai dengan pengukuhan Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila se-Kota Bandarlampung itu, tersimpan harapan besar dari sebuah ormas yang selama ini dikenal tangguh menjaga ideologi bangsa.
Ya, di Bandarlampung, Senin (16/09/2024) pagi, janji dukungan pun dideklarasikan oleh PAC Pemuda Pancasila se Bandarlampung. Ada getar optimisme yang mengalir ketika Rahmat Mirzani Djausal, dengan senyum yang penuh keyakinan, menyampaikan rasa bangganya.
“Dukungan Pemuda Pancasila bukan hanya soal angka, tapi tentang sebuah komitmen besar. Mereka adalah bagian dari narasi panjang tentang bagaimana Pancasila harus dijaga, dilindungi, dan diterapkan dalam setiap sendi kehidupan bermasyarakat,” ucapnya dengan nada penuh hormat.
Mirza, begitu ia biasa dipanggil, bukan hanya sekadar menerima dukungan. Ia tahu, bahwa Pemuda Pancasila telah menjadi benteng terdepan bagi Pancasila, tak hanya dalam menghadapi ancaman fisik, tetapi juga tantangan ideologis yang kian kompleks.
Pengalaman 1998 yang dia sebutkan seolah menjadi pengingat tentang kekuatan ormas ini dalam melawan setiap ancaman yang berpotensi merongrong Pancasila.
Namun, dukungan kali ini bukan tentang nostalgia masa lalu semata. Bagi Mirza, ini adalah momentum untuk membangun masa depan.
Sebuah visi besar yang ia bawa tentang Lampung yang lebih sejahtera, bukan sekadar janji politik.
Visi yang ia paparkan tentang pengelolaan komoditas unggulan oleh masyarakat lokal mencerminkan keinginan kuat untuk mengurangi ketergantungan pada pihak luar, sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Mirza mengerti, bahwa pembangunan ekonomi yang inklusif adalah salah satu kunci untuk membawa Lampung maju.
“Tidak boleh ada kader Pemuda Pancasila yang hanya berdiri sebagai penonton,” tegas Mirza.
Bukan hanya slogan, melainkan panggilan untuk bergerak, untuk berpartisipasi dalam perubahan. Baginya, Pemuda Pancasila adalah kekuatan nyata yang tak bisa hanya diposisikan di pinggir lapangan.
Menjelang Pilkada 27 November, ia berharap Pemuda Pancasila bisa menjadi contoh bagaimana menjaga perdamaian di tengah tensi politik yang seringkali memanas.
Mirza menaruh harapan besar bahwa setiap langkah dukungan yang diberikan bukan sekadar untuk kepentingan sesaat, tapi untuk tujuan yang lebih besar—Lampung yang damai, maju, dan makmur.
Dan di akhir ucapannya, satu kalimat sederhana namun penuh makna keluar dari mulutnya, “Ini bukan soal kekuasaan, ini soal masa depan Lampung yang lebih baik.” Tepat pada saat itu, harapan tidak lagi sekadar cita-cita, tetapi terasa dekat, di depan mata.
MPW PP Lampung Bebaskan Langkah Politik Kader
Terpisah, Wakil Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Lampung, Yuliuz Irsya menyampaikan bahwa setiap kader pemuda pancasila wajib menyalurkan pilihan politiknya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) mendatang.
Namun, ia menjelaskan untuk saat ini MPW PP Lampung belum menentukan arah dukungan untuk pemilihan gubernur Lampung.
“Saat ini MPW PP Lampung belum memutuskan arah dukungan di Pilgub, termasuk 14 kabupaten/kota yang lain. Untuk MPC PP Bandarlampung yang sudah menentukan dukungan, silahkan saja,” jelasnya.
Tetapi menurutnya, untuk memutuskan arah dukungan di Pilgub Lampung merupakan wewenang MPW Pemuda Pancasila Lampung.
“Kami akan mengumpulkan MPC PP 15 kabupaten/kota terlebih dahulu untuk memutuskan arah dukungan di Pilgub Lampung,” tambahnya.
Ia menjelaskan, wewenang untuk memutuskan arah dukungan di Pilgub Lampung merupakan ranah MPW Pemuda Pancasila Provinsi Lampung. Sementara arah dukungan kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati maupun calon walikota merupakan ranah MPC Pemuda Pancasila di masing-masing kabupaten/kota.
“Kalau Pilgub, MPW Pemuda Pancasila yang memutuskan arah dukungan. Jika Pemilihan Walikota dan Bupati baru MPC di tiap kabupaten/kota masing-masing,” tutupnya.(sandika)














