iklan
METROPOLIS

Lapak Dibandrol Rp650 Ribu

×

Lapak Dibandrol Rp650 Ribu

Share this article

Janji Manis, Realitas Pahit: Pedagang Pasar Pasir Gintung Terkepung Kebijakan Tak Berpihak

PEMBARUAN.ID – Ada yang tak sinkron antara janji dan realitas yang dirasakan oleh pedagang Pasar Pasir Gintung, Bandarlampung.

Di balik euforia peresmian pasar yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, ada kepahitan yang harus dirasakan oleh para pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari hari ke hari.

Dengan biaya sewa lapak yang mencapai Rp 650 ribu dan opsi pembayaran tunai yang memaksa, para pedagang ini terperangkap dalam situasi yang kian sulit.

Ironisnya, kondisi pasar yang masih sepi pembeli menambah beban mereka. Kebijakan yang diterapkan seolah tak memedulikan kondisi di lapangan.

Para pedagang tak diberi ruang untuk bernapas, apalagi untuk membayar secara mencicil seperti yang diklaim oleh pihak Dinas Perdagangan.

Apakah ini bentuk perhatian pemerintah terhadap rakyat kecil? Atau hanya sekadar proyek yang dipoles rapi untuk kepentingan pencitraan?

Sementara itu, klaim dari Kadisdag Wilson Faisol mengenai harga sewa kios dan lapak yang dikatakan sudah sesuai dengan Peraturan Walikota, justru bertentangan dengan kenyataan yang dikeluhkan pedagang.

Ada informasi yang simpang siur dan kesenjangan antara kebijakan yang diklaim “pro-rakyat” dengan apa yang dirasakan langsung oleh pedagang.

Ke mana arah perhatian pemerintah kota saat ini? Di saat pedagang kesulitan bertahan hidup dengan minimnya pembeli, mereka masih harus membayar berbagai biaya tambahan seperti kebersihan dan listrik.

Ini bukan sekadar masalah uang, tapi soal keadilan dan keberpihakan. Rakyat kecil hanya ingin mendapatkan ruang untuk mencari nafkah dengan layak, bukan dipaksa tunduk pada kebijakan yang tak berpijak pada realitas. (agis)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *