iklan
METROPOLIS

Balam Masih ‘Bebas’ Cacar Monyet

×

Balam Masih ‘Bebas’ Cacar Monyet

Share this article

PEMBARUAN.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung menyebut hingga kini belum ada temuan terkait penyakit MPOX atau cacar monyet yang menjangkit warga Kota Tapis Berseri, Selasa (27/08/2024).

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Desti Mega Putri, dirinya mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan terkait cacar monyet tersebut.

“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada temuan terkait MPOX,” katanya.

Meski demikian, Desti menerangkan jika penyakit cacar monyet tersebut rentan apabila masyarakat bersentuhan langsung dengan hewan yang kerap mencakar dan menggigit.

“Penularan terjadi saat bersentuhan dengan luka, koreng, droplet pernapasan, atau cairan mulut orang yang terinfeksi, biasanya melalui situasi seperti berpelukan, berciuman, atau berhubungan seks,” kata dia.

Bahkan lebih rentannya lagi, MPOX dapat tertular dengan satu kali sentuhan dan berpindah dari hewan ke orang saja.

“Penularan dari hewan ke manusia terjadi melalui kulit yang terluka, seperti akibat gigitan atau cakaran, atau melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi cacar (luka) hewan yang terinfeksi. Mpox dapat juga menular melalui kontak dengan bahan-bahan yang baru terkontaminasi seperti pakaian, perlengkapan tidur, dan linen lain yang digunakan oleh orang atau hewan yang terinfeksi,” jelasnya.

Meski begitu , pihaknya tetap meminta masyarakat kota Bandarlampung untuk terus menerapkan hidup sehat agar penyakit tersebut tidak terjangkit.

Tidak lupa untuk menghindari kontak dengan hewan yang terinfeksi (terutama hewan yang sakit atau mati), menghindari kontak dengan perlengkapan tidur dan bahan lain yang terkontaminasi virus.

“Memasak semua makanan yang mengandung daging atau bagian hewan secara menyeluruh, mencuci tangan dengan sabun dan air, menghindari kontak dengan orang yang mungkin terinfeksi virus, mempraktikan seks aman, ⁠mengenakan masker, membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh, menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat orang yang terinfeksi virus dan jaga terus pola hidup sehat,” tandasnya. (agis)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *