PEMBARUAN.ID – Potensi Pilkada melawan kotak kosong di Bandarlampung kian mengemuka setelah Partai Gerindra memutuskan untuk mendukung pasangan petahana Eva Dwiana dan Deddy Amrullah.
Langkah ini mengejutkan banyak pihak, mengingat sebelumnya partai berlambang burung garuda itu telah memberikan surat tugas kepada Reihana, seorang figur yang diprediksi bakal menjadi penantang terkuat dalam kontestasi Pilkada tersebut.
Keputusan ini memunculkan pertanyaan, mengapa Gerindra memilih untuk mengalihkan dukungan dari Reihana ke Eva Dwiana?
Ketua DPD Gerindra Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan, keputusan partai didasarkan pada beberapa pertimbangan strategis.
“Dari 15 Cakada yang kami usung, kami melihat bagaimana potensi kemenangan mereka di daerahnya, keselarasan visi dengan partai, dan yang paling penting adalah masukan dari kader serta tokoh masyarakat,” ungkap Mirza saat dimintai konfirmasi.
Menurut Mirza, dalam kontestasi Pilwakot Bandarlampung, pihaknya melihat antusiasme masyarakat yang masih menginginkan Eva Dwiana untuk terus memimpin kota yang dikenal dengan julukan tapis berseri ini.
“Selama ini, komunikasi kami dengan Bunda Eva berjalan sangat baik, dan program-programnya selaras dengan visi kami di Gerindra,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Mirza juga menekankan faktor elektabilitas sebagai alasan utama.
“Elektabilitas Bunda Eva termasuk tinggi,” ujarnya, menegaskan bahwa dukungan politik diberikan berdasarkan kalkulasi yang matang, bukan sekadar pertimbangan politis semata.
Namun, keputusan ini tentu tidak dibuat tanpa komunikasi dengan pihak yang sebelumnya telah diberikan mandat.
Mirza mengakui bahwa Gerindra telah menyampaikan surat pemberitahuan resmi kepada Reihana terkait perubahan arah dukungan ini.
Sikap terbuka ini diambil untuk menjaga etika politik dan menghindari polemik yang berkepanjangan.
Sementara itu, Eva Dwiana menyambut baik dukungan tambahan dari Gerindra.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan kami bisa menjalankan arahan dan amanah dari Gerindra,” ujar Eva penuh syukur seusai menerima surat rekomendasi.
Dukungan ini semakin mengokohkan posisi Eva-Deddy menjelang Pilkada, di mana pasangan ini kini didukung oleh tujuh partai politik parlemen.
Di sisi lain, satu partai politik parlemen yang belum menentukan arah dukungannya adalah PDIP.
“Mudah-mudahan Bunda Eva dan PDIP bisa bersama, mohon doanya,” harap Eva, membuka peluang bagi koalisi yang lebih besar di sisa waktu sebelum perhelatan Pilkada.
Langkah Gerindra yang beralih dari Reihana ke Eva menandakan dinamika politik yang terus bergerak, di mana keputusan strategis diambil berdasarkan kalkulasi kekuatan dan potensi kemenangan.
Namun, apakah langkah ini akan membawa kemenangan gemilang bagi Eva Dwiana, atau justru membuka ruang bagi perlawanan baru? Kita tunggu saja kejutan selanjutnya. (sandika)














