BURSA calon bupati Lampung Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendidih layaknya wajan penuh minyak goreng. Tiga kader, Ela Siti Nuryamah, Dawam Rahardjo, dan Noverisman Subing, siap bertarung di gelanggang.
Namun, bak episode sinetron kejar tayang, semua mata tertuju pada Ela Siti Nuryamah yang disebut-sebut mendapat dukungan “halus” dari Chusnunia Chalim, sang Ketua PKB Lampung.
Kedekatan Nunik—begitu sapaan akrab Chusnunia Chalim—dan Ela bukan sekadar rumor. Dari saat Ela menerima rekomendasi dari Partai Nasdem hingga safari politiknya yang selalu ditemani Nunik, semua memberi sinyal tegas: ada yang spesial di sini. Tidak heran, banyak yang berasumsi bahwa PKB akan memalingkan wajahnya ke Ela.
Tapi, tunggu dulu! Bagaimana nasib Dawam Rahardjo, si bupati petahana yang juga nahkoda DPC PKB Lampung Timur? Dawam bukan sekadar bupati, ia berhasil menjadikan PKB pemenang di pileg terakhir, menggeser dominasi PDI Perjuangan.
Jadi, mengapa PKB membuka peluang bagi Ela dan Noverisman Subing? Ah, intrik dan misteri yang layak untuk dijadikan skrip sinetron.
“Bursa calon di PKB Lampung Timur makin seru. Seperti ada anomali di internal PKB,” komentar Bendi Juantara, pengamat politik merangkap dosen Universitas Lampung, dengan gaya mengernyitkan dahi ala detektif film noir. Bendi melihat ada yang janggal dengan langkah Nunik yang terus membayang-bayangi Ela dalam berbagai kesempatan politik.
“Kenapa Nunik begitu mendampingi Ela? Apakah ada plot twist yang kita belum tahu?” tanya Bendi retoris, seolah sedang memecahkan teka-teki besar.
PKB seakan bermain api, dengan risiko dinamika politik internal ini bisa mengubah peta pertarungan Pilkada dan Pilgub, mengingat Lampung Timur adalah kawasan penting dengan banyak pemilih.
Bendi mengingatkan, komunikasi politik yang baik bukan hanya antar-elit partai, tetapi juga dengan masyarakat Lampung Timur yang setia menonton setiap drama politik yang dipentaskan. Satu kesalahan langkah, dan kandidat lain bisa saja memetik keuntungan.
“Dawam, yang adalah petahana dan ketua DPC PKB, tidak diprioritaskan. Ini pertanyaan besar. Ada apa sebenarnya di balik layar?” pungkas Bendi dengan nada serius, bak penyiar berita prime time.
Dawam sendiri tidak menampik kemungkinan Ela akan mendapatkan rekomendasi dari PKB. “Bisa jadi rekomendasi ke Ela,” ujarnya singkat namun penuh makna, layaknya dialog penutup di sinetron yang membuat penonton penasaran.
Ela Siti Nuryamah, sang primadona politik, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Pembaruan.id. Tiga calon PKB ini, Ela Siti Nuryamah, Dawam Rahardjo, dan Noverisman Subing, kini berputar-putar di dalam pusaran spekulasi yang semakin panas. Seperti drama yang tak kunjung habis, penonton hanya bisa menunggu episode berikutnya. (san/red)














