iklan
POLITIK

Jaga Nusantara, Konsolidasikan RMD-Jihan di PonPes Gus Wik

×

Jaga Nusantara, Konsolidasikan RMD-Jihan di PonPes Gus Wik

Share this article

PEMBARUAN.ID – Malam itu, di Pondok Pesantren Roudlotussolihin, langit Lampung Tengah berselimut tenang, seperti turut merundukkan kepala dalam khusyuknya doa yang menggema dari dalam pesantren.

Ratusan wajah yang hadir berbaur dalam hangatnya silaturahmi, seolah malam itu bukan sekadar pertemuan biasa. Di tengah pekat yang menyelimuti desa Purwosari, di tempat pengasuh PonPes KH. A. Rofiqi yang akrab disapa Gus Iwik, “Jaga Nusantara” menghelat doa bersama untuk mengiringi langkah pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, RMD dan Jihan.

Dalam kesederhanaan pesantren, tokoh agama dan masyarakat bersanding dengan tokoh pemuda, pengurus harian, dan dewan pengasuh pesantren, seperti merajut sebuah ikatan yang telah lama terjalin.

Suasana malam itu syahdu, penuh harap yang melayang pada Sang Pencipta, agar Lampung, dalam segenap asanya, diberikan pemimpin yang terbaik.

Gus Hisyamudin, Ketua Jaga Nusantara, berdiri di tengah majelis. Suaranya mengalir penuh keyakinan,

“Suara santri Nahdiyin adalah gema dari sejarah panjang NU yang mengakar kuat di Lampung. Dari setiap pesantren yang berdiri, dari setiap doa yang dipanjatkan, ada harapan untuk daerah ini,” ucapnya, seakan bicara pada hati setiap orang yang mendengar.

Gus Hisyam dan para Gus lainnya tak pernah lelah menapaki langkah demi langkah, mendekati setiap pesantren dan masyarakat di Lampung.

Bagi mereka, suara santri adalah suara kebenaran yang jujur, berangkat dari nilai-nilai luhur dan cinta pada tanah air. Mereka konsisten menggali dan menguatkan suara dari pesantren, tempat di mana santri tak hanya dididik ilmu agama, tetapi juga jiwa cinta pada bangsa.

Dalam gelap yang mendingin, untaian doa bersama malam itu menyeruak, membumbung tinggi, menyatu dengan angin yang membawa pulang segala harap pada semesta.

Sebuah malam yang menjadi saksi bisu, di mana segenap suara santri, pengasuh, dan warga bergema sebagai satu irama untuk sebuah perubahan di masa depan. (***)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *