PEMBARUAN.ID – Cagub Lampung Arinal Djunaidi datang ke Rakercabsus DPC PDI Perjuangan di Lampung Selatan bukan hanya untuk bertemu dengan kader, tetapi juga membawa sebuah visi: mengatasi masalah kemacetan yang kerap kali terjadi di Pelabuhan Bakauheni.
Dengan gaya bicara yang tenang namun tegas, calon gubernur nomor urut 1 itu membicarakan bagaimana kemacetan di Bakauheni seakan menjadi cerita lama yang terus terulang, terutama saat musim mudik atau libur panjang.
Meski begitu, Arinal tidak menampik bahwa pelabuhan ini bukan sepenuhnya tanggung jawab pemerintah provinsi atau kabupaten. Namun, baginya, hal ini tidak bisa menjadi alasan untuk membiarkan persoalan berlarut-larut.
“Pengelolaannya memang bukan di bawah pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten. Tetapi, tata kelola ini sering kali diabaikan,” ujarnya, seolah mengisyaratkan bahwa solusinya tidak bisa ditunggu lebih lama lagi.
Tak hanya kemacetan, Arinal juga menyinggung isu lain yang membelit kawasan itu. Ia merasa tergelitik melihat bagaimana lahan di sekitar Bakauheni mulai dikuasai oleh mereka yang ia sebut sebagai “pihak-pihak tidak bertanggung jawab.”
Rasa tanggung jawab itu begitu terasa ketika ia berkata, “Kemarin saya sudah mengingatkan mereka. Lahan di sana kabarnya sudah dikuasai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.”
Namun, ia tidak hanya datang dengan kritik, tetapi juga membawa angin segar berupa ide-ide baru. Salah satunya adalah impiannya membangun sebuah kawasan
“Desa Perancis” di tengah pesatnya perkembangan kota. Dalam beberapa tahap pembicaraan, konsep ini digagas untuk menjaga suasana pedesaan sekaligus menjadi pusat persinggahan di Bakauheni.
Di samping itu, Arinal juga mengungkapkan rencana lain yang menarik perhatian. Ia lebih memilih untuk mengusulkan pembangunan Krakatau Park dibandingkan Jatim Park, meskipun tetap ada label Jatim Park karena pemiliknya.
“Saya menolak Jatim Park, tapi setuju dengan Krakatau Park,” katanya, menegaskan pilihannya dengan alasan yang cukup meyakinkan.
Arinal juga memiliki visi untuk memudahkan akses transportasi. Integrasi jalur kereta dari Bakauheni hingga Palembang menjadi salah satu wujudnya, memungkinkan masyarakat yang baru turun dari kapal bisa langsung melanjutkan perjalanan tanpa hambatan.
“Insyaallah, saat masyarakat turun dari kapal penyebrangan, mereka bisa langsung ke Palembang dengan menggunakan kereta api,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Arinal pun memandang Desa Katibung sebagai sebuah destinasi wisata potensial. Komitmennya pun mendapat dukungan dari calon Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Menutup sambutannya, Arinal menyampaikan bahwa semua rencana tersebut masih bergantung pada pelaksanaan dan hasil pemilihan.
Jika ia dipercaya untuk melanjutkan kepemimpinannya, ia berjanji akan berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan visi-visi itu. Dalam kata-katanya, ada harapan dan tekad untuk mengubah wajah Lampung Selatan, satu langkah demi satu langkah. (sandika)














