iklan
PERISTIWA

Dari Kejutan hingga Syukur: Malam Dramatis Purheri Saat Digeledah KPK

×

Dari Kejutan hingga Syukur: Malam Dramatis Purheri Saat Digeledah KPK

Share this article

PEMBARUAN.ID – Purheri Sumardiyanto mengingat jelas detik-detik itu. Malam ketika ketukan di pintu kamar hotel mengubah suasana tenang menjadi babak baru yang tidak pernah ia bayangkan. Malam yang semula ia habiskan dengan istrinya, dalam lelah usai mengikuti bimtek, mendadak berubah menjadi rentetan kejutan yang menegangkan.

“Kami sedang tidur, Mas,” begitu Purheri memulai ceritanya. Suaranya pelan, seolah masih menyusun serpihan memori yang membuatnya terbangun oleh ketukan keras itu. Ketukan yang tidak biasa. Ketukan yang membawa nama lembaga antirasuah.

Saat pintu kamar dibuka, beberapa orang memperkenalkan diri sebagai tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tanpa banyak basa-basi, mereka masuk dan mulai memeriksa seluruh isi kamar. Tas, koper, laci, bahkan dompet Purheri tak luput dari tangan-tangan yang bekerja cepat dan terlatih.

“Terus mereka nyari barang bukti, uang katanya. Tapi nggak ketemu,” ucapnya.

Purheri hanya bisa memandang istrinya yang tampak kebingungan. Ia sendiri tak kalah terkejut. Dalam penggeledahan itu, tim KPK hanya menemukan uang Rp700 ribu di dompetnya, uang yang menurutnya adalah uang pribadi, bukan bagian dari sangkaan yang sedang dicari.

Namun tidak ditemukannya barang bukti bukan berarti cerita berakhir di kamar hotel itu.

“Saya tetap dibawa untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Purheri. Kalimat itu diucapkan datar, tapi ada sisa ketegangan yang belum sepenuhnya pergi.

Malam semakin larut saat ia dibawa untuk dimintai keterangan. Ia mengakui ada hal-hal dari pemeriksaan itu yang enggan ia ceritakan lebih jauh. Bukan karena takut, katanya, tetapi lebih karena ingin menjaga suasana tetap kondusif.

Yang ia sampaikan hanya satu, bahwa selain dirinya, ada tiga rekannya yang juga ikut diperiksa—Ketua Fraksi Golkar Lampung Tengah, Ketua Fraksi Nasdem, dan Ketua Fraksi Gerindra.

“Kami akhirnya diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Di balik nada suaranya yang terus berusaha stabil, terselip rasa syukur yang ia ucapkan lebih dari sekali.

“Alhamdulillah… saya bersyukur atas nikmat selamat yang diberikan,” kata Purheri sambil menarik napas yang seperti baru kembali utuh setelah melalui malam yang panjang.

Malam itu, Purheri belajar satu hal, hidup bisa berubah dalam ketukan singkat di pintu kamar. Namun di balik kejutan, ia memilih menyimpan syukur, bahwa ia pulang, bahwa ia kembali berkumpul dengan istrinya, dan bahwa malam dramatis itu tidak berakhir lebih buruk dari apa yang ia bayangkan. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *