PEMBARUAN.ID – Debat publik kedua pemilihan gubernur (Pilgub) Lampung, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung di Hotel Novotel, Bandarlampung, Sabtu (02/11/2024), memfokuskan pembahasan pada isu pemerintahan dan hukum. Isu korupsi menjadi topik utama dalam debat ini, di mana masing-masing calon gubernur memaparkan strategi mereka untuk mencegah praktik korupsi di pemerintahan.
Keteladanan Pemimpin
Calon gubernur nomor urut 1, Arinal Djunaidi, menekankan bahwa keteladanan seorang pemimpin adalah kunci utama dalam mencegah korupsi. Menurut Arinal, sikap dan tindakan pemimpin, mulai dari tingkat desa hingga provinsi, akan sangat memengaruhi lingkungan pemerintahan. Ia berpendapat bahwa pemimpin yang berintegritas tidak hanya menjaga dirinya dari praktik korupsi tetapi juga menciptakan budaya bersih di lingkungan kerjanya.
“Kalau pemimpinnya tidak melakukan hal-hal yang negatif dan tidak memberikan kesempatan untuk perbuatan yang melanggar hukum, maka korupsi tidak akan terjadi,” ujar Arinal dalam debat tersebut.
Insentif Formal
Untuk mencegah potensi korupsi, Arinal juga merencanakan pemberian insentif formal yang sah secara hukum bagi aparatur pemerintah. Insentif ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada insentif non-formal yang kerap kali rentan terhadap penyalahgunaan.
“Kami akan memberikan insentif yang diakui secara formal untuk mendukung kebutuhan aparatur dan mendorong mereka bekerja dengan lebih jujur,” kata Arinal.
Pemberdayaan Ekonomi
Arinal menambahkan bahwa pemberantasan korupsi di Lampung perlu didukung dengan ekonomi kerakyatan yang kuat. Ia percaya bahwa dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan aparatur pemerintah, tekanan ekonomi yang mendorong praktik korupsi dapat dikurangi. Selain itu, kesejahteraan yang lebih baik juga diharapkan dapat memperkuat komitmen pejabat pemerintah untuk bekerja tanpa penyimpangan.
Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Transparan
Selain itu, Arinal berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi fondasi penting untuk meminimalkan celah bagi praktik korupsi. Dalam hal ini, Arinal menyebutkan pentingnya pengawasan yang ketat dan penerapan sistem administrasi yang lebih terbuka agar semua proses di pemerintahan mudah diaudit dan dipantau oleh publik.
Komitmen untuk Pemerintahan yang Bersih dan Berintegritas
Dalam debat ini, Arinal Djunaidi menegaskan bahwa pencegahan korupsi membutuhkan keteladanan dari pemimpin, insentif formal, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang transparan. Dengan kombinasi langkah-langkah ini, ia berharap dapat menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Lampung.
Baik dari pendekatan keteladanan pemimpin maupun penguatan tata kelola, Arinal berkomitmen mewujudkan sistem pemerintahan yang dapat dipercaya oleh masyarakat dan bebas dari praktik korupsi. (sandika)














