PEMBARUAN.ID – Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) ke-XIV tahun 2024 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, telah berlalu, meninggalkan jejak cerita di setiap sudutnya. Meskipun pesta olahraga tiga tahunan ini telah ditutup dengan kemenangan tuan rumah Kalimantan Selatan sebagai juara utama, namun bisik-bisik tentang performa PWI Lampung masih menggema.
Punggawa-punggawa dari gerbang pulau itu menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar penonton di panggung besar ini. Dengan mengulang capaian dua tahun lalu di Malang, PWI Lampung menempati posisi perolehan medali terbanyak ketiga, dengan total 24 medali: 2 emas, 7 perak, dan 15 perunggu.
Kemenangan ini membuat beberapa pihak tertegun, membuktikan bahwa Lampung, dengan segala keunikannya, masih memiliki taji.
Di balik kesuksesan ini, ada nama yang kerap diperbincangkan: Edwin Apriandi. Sebagai kapten tim e-Sport PUBG Mobile PWI Lampung, Edwin telah menjadi sosok yang mencuri perhatian.
Sejak debutnya di Porwanas Malang 2022, Edwin yang dikenal sebagai IGL (in-game leader), memimpin timnya dengan strateginya yang brilian. Bersama rekan-rekannya, Beni Yulianto, Dimas Febiyansyah, Riedho Pratama dan Ariyadi Ahmad di kursi cadangan berhasil menguasai setiap pertempuran di medan Battleground PUBG Mobile.
Di Banjarmasin, Edwin masih menjadi sosok tak tergantikan. Statistik di atas kertas bahkan menunjukkan keunggulan timnya dibandingkan dengan yang lain.
Sayangnya, seperti yang Edwin katakan, “Statistik tidak melulu menjamin sebuah tim diunggulkan.” Pertempuran di Battleground PUBG Mobile lebih dari sekadar angka.
Tim PWI Lampung sempat memimpin klasemen setelah meraih Winner Winner Chicken Dinner (WWCD) pada laga perdana di map Miramar.
Nama Edwin, yang menggunakan nick name LAMPUNGxNOUBY, mulai mencuri perhatian, tak hanya di dalam game, tetapi juga di luar. Profilnya dibedah, statistiknya dibaca dengan seksama, dan banyak yang terkejut mengetahui bahwa dia adalah seorang wartawan, seorang pewarta yang sehari-harinya berada di bawah naungan PWI.
“Saya sempat menunjukan kartu UKW Utama kepada panitia penyelenggara,” ujar Edwin, merendah.
Dia baru saja mengantongi sertifikat wartawan Utama pada Juni 2024, setelah sebelumnya bertahun-tahun menyandang status wartawan Madya. Baginya, pencapaian sebagai wartawan utama setara dengan tier tertinggi di PUBG Mobile, yaitu Conqueror.
Namun, cerita tak berhenti di situ. Selain Edwin, ada dua wartawan Utama sejak 2022, yakni Riedho Pratama dan Ariyadi Ahmad Wakil Sekretaris PWI Lampung, yang beberapa kali menjuarai lomba karya tulis tingkat nasional juga bagian dari tim e-sport ini.
Dua punggawa lainnya Beni Yulianto dan Dimas Febiyansyah, meski “hanya” memiliki sertifikat wartawan muda, adalah pilar penting dalam tim ini. Beni, sebagai senior, dan Dimas, sebagai junior, melengkapi harmonisasi di tengah lapangan.
Bisik-bisik tentang tim PUBG PWI Lampung ini terus berlanjut, bahkan ketika mereka harus puas berada di posisi ketiga. Kalah beberapa poin dari tim-tim tangguh seperti PWI Kalimantan Timur dan tuan rumah Kalimantan Selatan, namun ada rasa puas yang terselip ketika mereka melihat Jawa Barat, sang juara bertahan, berada di bawah mereka.
Dari delapan match yang dipertandingkan, PWI Lampung berhasil meraih dua kali WWCD, di map Miramar dan Erangel. Di match ketujuh, mereka bahkan sempat menahan laju poin Kalimantan Timur, membuat lawan tak berdaya di pertempuran sengit di Kota Severny.
“Kami memang hanya mendapatkan perunggu. Tetapi ada kepuasan tersendiri saat Jawa Barat berada di bawah kami,” ucap Edwin dengan senyum tipis.
Meski demikian, dia tak bisa menyembunyikan keinginannya untuk mewujudkan mimpi membawa pulang medali emas, sebelum akhirnya pensiun dari dunia PUBG Mobile.
“Keinginan saya bisa mewujudkan mimpi itu sebelum berhenti bermain PUBG Mobile,” pungkasnya. Mimpi yang masih terus terjaga, menggantung di atas sana, menanti untuk diraih. (***)














