iklan
DAERAHPERISTIWA

Tol Trans Sumatera Jadi Landasan Tempur TNI AU

×

Tol Trans Sumatera Jadi Landasan Tempur TNI AU

Share this article

PEMBARUAN.ID — Ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Terbanggi Besar–Kayu Agung mendadak berubah fungsi. Bukan sekadar jalur kendaraan, ruas tol di Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, itu disulap menjadi landasan darurat bagi operasional militer Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), Rabu (11/02/2026).

Sejumlah helikopter TNI AU melakukan simulasi dan manuver lepas landas (take off) serta pendaratan (landing) di bentang jalan antara Kilometer 202 hingga Kilometer 239. Uji coba ini dilakukan untuk memastikan kesiapan landasan darurat dalam mendukung operasi pertahanan negara.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan sinergi antara TNI dan PT Hutama Karya selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Sterilisasi jalur, pengamanan perimeter, hingga pengecekan struktur serta kelayakan badan jalan dilakukan secara menyeluruh guna menjamin keamanan dan kelancaran latihan.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, PT Hutama Karya melakukan penutupan sementara Gerbang Tol Lambu Kibang (KM 202+036) hingga Gerbang Tol Simpang Pematang (KM 239+907) mulai 9 hingga 11 Februari 2026, pukul 09.00 sampai 14.00 WIB.

Selama penutupan, Gerbang Tol Lambu Kibang hanya melayani kendaraan menuju arah Bakauheni, sementara Gerbang Tol Simpang Pematang hanya melayani arus ke arah Palembang. Meski telah disosialisasikan sebelumnya, kepadatan arus lalu lintas sempat terjadi di sejumlah jalur alternatif.

“Apabila para pengemudi merasa terganggu atau terhambat dalam perjalanan, kami dari PT Hutama Karya menyampaikan permohonan maaf,” demikian pernyataan resmi pihak pengelola tol.

Kegiatan strategis ini rencananya akan dihadiri Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI AU Toni Harjono, Menteri Pertahanan Syahpri Syamsudin, serta jajaran pejabat tinggi TNI AU lainnya. Kehadiran para pimpinan tersebut menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur sipil dalam mendukung sistem pertahanan nasional.

Uji coba ini menjadi bukti bahwa infrastruktur jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai urat nadi transportasi dan ekonomi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi pertahanan dalam situasi tertentu.

Sinergi antara sektor pertahanan dan infrastruktur nasional pun semakin ditegaskan—bahwa kesiapsiagaan negara bisa dimulai dari hamparan aspal yang sehari-hari kita lintasi. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *