Lantai industri perlu dibuat secara khusus karena menghadapi berbagai tantangan berat. Sayangnya, masih banyak orang yang mengabaikannya sehingga muncul aneka kesalahan umum, seperti tidak menggunakan pengeras beton.
Kesalahan-kesalahan ini akan mempengaruhi kualitas dan umurnya sehingga harus dihindari. Selengkapnya dapat dilihat dalam artikel menarik berikut.
Kesalahan Umum saat Membangun Lantai Industri
Beton sering digunakan sebagai lantai industri karena mampu menahan beban lebih berat daripada struktur lainnya. Hal ini sesuai dengan karakter industri itu sendiri yang sering menggunakan atau menyimpan mesin maupun barang-barang besar lainnya.
Namun, sebagian orang masih mengabaikan pembuatannya. Alhasil, aneka kesalahan umum pun terjadi, yaitu:
Perencanaan Ketebalan Lantai yang Tidak Sesuai Beban
Ketebalan lantai akan mempengaruhi ketahanannya dalam menghadapi beban berat. Itulah mengapa hal tersebut perlu diperhitungkan secara matematis, mulai dari beban statis dan dinamis yang akan diterima hingga penyesuaian ketebalan lantai itu sendiri.
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah tidak menghitung dengan cermat atau bahkan mengabaikannya begitu saja. Akibatnya, permukaan akan mengalami retak rambut sampai struktural dalam waktu cepat.
Bahkan, lantai juga bisa amblas karena tidak mampu menghadapi tekanan tersebut. Tentu hal ini bisa mengganggu operasional industri hingga mengancam keselamatan pekerja.
Komposisi Campuran Beton yang Tidak Tepat
Kualitas campuran beton perlu diperhatikan agar bisa menahan beban yang diinginkan. Itulah mengapa pemilihan komposisinya perlu diperhatikan dengan baik, mulai dari semen hingga agregatnya.
Penggunaan kualitas beton di bawah standar yang berlaku akan membuat beton rapuh saat menerima beban berat. Alhasil, lantai akan mudah mengeropos bahkan dalam waktu singkat saja.
Selain itu, rasio air-semen juga kerap diabaikan begitu saja. Hal ini membuat rasionya terlalu tinggi sehingga kualitas lantai menurun drastis.
Proses Pengecoran dan Pemadatan yang Kurang Maksimal
Hal lain yang tak kalah penting adalah proses pengecoran dan pemadatan beton itu sendiri. Campuran yang sudah berkualitas sekalipun tidak bisa bekerja secara maksimal bila kedua proses ini diabaikan begitu saja.
Pengabaian kedua proses tersebut membuat struktur menjadi tidak merata. Akibatnya, honeycomb atau rongga udara akan terbentuk di dalamnya sehingga kekuatan tekannya akan menurun secara signifikan.
Finishing Permukaan yang Terburu-buru
Finishing juga perlu dilakukan dengan optimal tanpa terburu-buru. Umumnya, proses tersebut dilakukan ketika beton mulai kaku yang umumnya 3-4 jam setelah cor. Pada saat itu, air permukaan mulai hilang.
Namun, terkadang finishing dilakukan secara terburu-buru karena dikejar oleh waktu. Bila air semen masih naik saat proses tersebut dilakukan, zat tersebut akan terjebak di bawah permukaan sehingga pengelupasan atau dusting akan terjadi.

Proses Curing yang Tidak Optimal
Curing umumnya dapat dilakukan setelah beton selesai di-finishing. Berbagai metode bisa dipilih untuk melakukannya. Misalnya dengan menyirami permukaan secara berkala untuk menjaga kelembapannya.
Bila tidak dilakukan secara optimal, beton akan mengering terlalu cepat tanpa melalui proses hidrasi yang cukup antar komponennya. Alhasil, lantai akan menyusut secara signifikan sehingga retak halus akan muncul di permukaannya.
Tidak Menggunakan Pengeras Beton pada Area dengan Lalu Lintas Tinggi
Pengeras khusus diperlukan bila lantai menghadapi tantangan berupa beban berat dan lalu lintas tinggi. Itulah mengapa bahan tersebut sering digunakan pada lantai industri, seperti area produksi maupun gudang.
Namun, ada pihak-pihak tertentu yang mengabaikan penggunaannya. Akibatnya, permukaan akan lebih cepat aus dan terkikis sehingga debu yang membahayakan kesehatan serta operasional pun muncul. Bila dibiarkan, tentu struktur akan rusak.
Mengabaikan Sistem Perlindungan Tambahan seperti Coating
Selain pengeras beton, coating juga dibutuhkan sebagai sistem perlindungan tambahan. Contohnya adalah epoxy dan polyurethane. Keduanya merupakan cairan yang dapat melapisi dan menutup pori-pori lantai ini.
Jika tidak digunakan, maka oli maupun cairan kimia lainnya akan mudah meresap ke dalam struktur. Zat tersebut akan merusaknya dan membuat tulangan baja mengeropos. Lantai beton juga menjadi sulit dibersihkan sehingga mengurangi estetika.
Pilih Bahan yang Tepat untuk Melindungi Lantai Beton Industri Anda!
Berbagai kesalahan umum di atas memang dapat merusak beton dalam jangka pendek maupun panjang. Itulah mengapa Anda perlu menghindarinya untuk menjaga kualitas lantai.
Selain itu, pemilihan bahan yang tepat perlu diperhatikan. Misalnya Sikafloor®-40 ID yang bebas VOC dan bau, mudah dirawat, serta dapat diaplikasikan pada beton berkadar air tinggi. Bahan ini menghasilkan permukaan tanpa sambungan yang tahan abrasi dan ikatan kuat.
Ada juga SikaCim® Concrete Additive, pengeras beton yang mampu meningkatkan kekedapan air. Kebutuhan air pun bisa dikurangi hingga 20% sehingga efek kenaikan kuat tekan meingkat sampai 40% pada usia 28 hari.
Sika® Antisol® E-125 pun layak dipertimbangkan karena mampu mengurangi risiko retak halus, penyusutan, dan munculnya debu. Sifatnya tidak mudah terbakar dan mampu memberikan metode hemat tenaga kerja.
Sebagai penguat, Anda bisa menggunakan Sika® Fibre, fiber khusus beton yang mampu mengurangi retak akibat penyusutan. Kohesi beton segar, ketahanan terhadap benturan serta abrasi, dan daya tahan juga dapat ditingkatkan.
Bahan tambahan lainnya adalah SikaFume® yang tahan terhadap berbagai tantangan, termasuk air, gas, embun beku, garam, klorida, serta abrasi. Hasilnya pun membuat beton hijau sangat stabil.
Sika sendiri sudah berpengalaman selama 115 tahun dalam menangani aneka proyek global. Misalnya adalah Pabrik Semen Heidelberg di Jerman. Di sisi lain, Sika juga merupakan pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia yang bisa digunakan untuk proyek Anda.
Tidak hanya menghindari aneka kesalahan umum, penggunaan pengeras beton dari Sika juga dapat melindungi lantai dari kerusakan. Oleh sebab itu, Sika patut dipertimbangkan demi menjaga kualitas lantai! Anda juga bisa menghubungi kami untuk berkonsultasi.














