PEMBARUAN.ID – Isu pergeseran kepemimpinan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali mengemuka. Nama KH Zulfa Mustafa mencuat sebagai salah satu sosok yang dinilai berpotensi menggantikan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU, seiring dinamika internal yang kian intens menjelang rapat pleno organisasi.
Salah satu sumber internal Nahdliyin menyebutkan bahwa dukungan terhadap KH Zulfa terus menguat. “Alhamdulillah, Bu Khofifah malam ini baru selesai bersilaturahim ke kediaman KH Zulfa Mustafa. InsyaAllah beliau juga akan hadir dalam rapat pleno PBNU,” ujar sumber tersebut. Informasi itu memantik spekulasi mengenai arah dukungan politik dan konsolidasi kekuatan di tingkat elit NU.
KH Zulfa Mustafa bukan figur baru dalam lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia lahir di Jakarta dari keluarga ulama terpandang. Ayahnya, KH Muqarrabin, berasal dari Pekalongan, sedangkan ibunya, Nyai Hajjah Marhumah Latifah, berasal dari Kresek, Tangerang.
Melalui garis ibu, KH Zulfa memiliki hubungan kekerabatan dengan Nyai Hajjah Maimunah — ibunda KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI sekaligus ulama sepuh NU.
Kekuatan genealogis dan tradisi keilmuan inilah yang membuat figur KH Zulfa memiliki posisi strategis di mata banyak kalangan Nahdliyin.
Dengan latar belakang keulamaan yang kuat serta jejaring yang luas di internal organisasi, KH Zulfa dinilai memenuhi kriteria kepemimpinan yang diperlukan PBNU. Ia dianggap mampu menjadi figur pemersatu sekaligus representasi ulama pesantren di tengah dinamika organisasi yang terus berkembang.
Hingga kini, PBNU belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait isu ini. Namun, rangkaian silaturahim tokoh serta rencana kehadiran KH Zulfa dalam rapat pleno dinilai sebagai sinyal bahwa peta dukungan mulai mengerucut. Keputusan resmi mengenai arah kepemimpinan PBNU diperkirakan akan terjawab dalam pleno mendatang. (***/red)














