iklan
BeritaBisnis

PTPN Siapkan 10 Ribu Hektare untuk Revolusi Energi Singkong

×

PTPN Siapkan 10 Ribu Hektare untuk Revolusi Energi Singkong

Share this article

PEMBARUAN.ID – PTPN I Regional 7 menyiapkan lebih dari 10 ribu hektare lahan di Provinsi Lampung untuk mendukung program kemandirian energi nasional berbasis singkong. Lahan tersebut ditawarkan kepada investor melalui skema kerja sama usaha (KSU) guna mempercepat pengembangan industri etanol sebagai energi baru terbarukan.

Langkah ini merupakan tindak lanjut program ketahanan energi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui pengembangan bahan bakar campuran etanol atau E-20 berbahan baku singkong.

Penawaran kerja sama itu disampaikan Business Support Head PTPN I Regional 7, Iskandar Dewantara, dalam rapat percepatan hilirisasi industri singkong di Bandar Lampung, Senin (25/05/2026). Menurut dia, PTPN siap menjalankan mandat pemerintah untuk mendukung ketahanan energi nasional.

“Kami memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan untuk program ini seluas kurang lebih 10 ribu hektare yang tersebar di enam unit kerja kebun, yakni Kedaton, Bergen, Way Berulu, Way Lima, Tulungbuyut, dan Bungamayang,” ujar Iskandar di hadapan para calon investor.

Rapat yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung itu dihadiri Kepala Dinas Elvira Umihani, Dekan Fakultas Pertanian Unila sekaligus Ketua National Cassava Center (NCC) Kuswanta, serta sejumlah pelaku usaha dan investor.

Dalam pemaparannya, Elvira Umihani menjelaskan bahwa Lampung hingga kini masih menjadi sentra utama produksi singkong nasional dengan kontribusi sekitar 62 persen terhadap produksi nasional. Saat ini terdapat 72 pabrik tapioka di Lampung yang sebagian besar bahan bakunya dipasok petani lokal.

“Ada lebih dari 314 ribu keluarga yang menggantungkan ekonomi dari budidaya singkong dengan produksi mencapai sekitar 15 juta ton per tahun,” kata Elvira.

Meski produksi melimpah, pemerintah menilai pengembangan industri etanol membutuhkan kepastian pasokan bahan baku dalam jangka panjang. Karena itu, PTPN Holding dinilai memiliki kapasitas dan sumber daya untuk memastikan keberlanjutan pasokan tersebut.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Hilirisasi Komoditas Ubi Kayu PTPN III Holding, Erwin Sialagan, menyebut pemerintah menargetkan implementasi E-20 pada 2028. Program tersebut membutuhkan sekitar 8 juta kiloliter etanol yang diperkirakan berasal dari budidaya singkong di lahan seluas 104 ribu hektare hingga 2029.

“Untuk tahap awal tahun 2026 ditargetkan terealisasi 10 ribu hektare terlebih dahulu, kemudian akan terus dipercepat,” ujarnya.

Erwin menjelaskan, dalam pola kerja sama yang ditawarkan, PTPN hanya menyediakan aset lahan. Adapun teknis budidaya, pembiayaan, penggunaan varietas, hingga pengelolaan operasional diserahkan kepada mitra investor.

“Modelnya kerja sama usaha. Kami menyediakan lahannya, sementara investor menangani budidaya dan pembiayaan,” kata dia.

Program pengembangan energi berbasis singkong ini mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha dan petani. Mereka berharap hadirnya industri etanol dapat menjaga stabilitas harga singkong yang selama ini kerap berfluktuasi.

“Kami berharap program ini membuat harga singkong tetap baik sehingga petani bisa lebih sejahtera,” ujar Jamsari, salah satu pengurus kelompok tani yang hadir dalam kegiatan tersebut. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *