PEMBARUAN.ID — Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara Indonesia di Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Minggu (08/03/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian spiritual sekaligus ikhtiar kebangsaan dalam menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia. Melalui doa bersama tersebut, para alumni PMII memohon agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, dan keberkahan, serta dijauhkan dari berbagai bencana, perpecahan, maupun ancaman yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
Ketua Umum PB IKA PMII, Slamet Ariyadi, mengatakan bahwa doa bersama ini tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai refleksi ideologis bagi seluruh alumni dan kader PMII.
“Doa bersama ini merupakan ikhtiar keagamaan sekaligus refleksi ideologis bagi kita semua. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan kader PMII di seluruh Indonesia untuk terus memperkuat persatuan serta merapatkan barisan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” ujarnya.
Ia menegaskan, PB IKA PMII berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga keutuhan serta keselamatan bangsa.
“PB IKA PMII akan terus memperkuat persatuan dan merapatkan barisan menghadapi berbagai tantangan global. Kami juga akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga keutuhan serta keselamatan bangsa,” tambahnya.
Lebih lanjut, Slamet menjelaskan bahwa kegiatan doa bersama ini juga menjadi sarana mempererat solidaritas di antara alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Selain memperkuat ukhuwah, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sosial dalam menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, PMII sebagai organisasi yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga keselamatan bangsa.
“Menjaga keselamatan bangsa merupakan bagian dari ibadah sosial dan wujud nyata pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (***/red)














