iklan
BeritaBisnis

Rio By The Beach, Aset PTPN I yang Berubah Jadi Magnet Wisata Lampung

×

Rio By The Beach, Aset PTPN I yang Berubah Jadi Magnet Wisata Lampung

Share this article

PEMBARUAN.ID – Destinasi wisata Rio By The Beach di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, kini menjadi salah satu ikon wisata yang tengah viral di Provinsi Lampung. Kawasan pesisir yang sebelumnya merupakan lahan milik PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 7 itu kini bertransformasi menjadi magnet wisata baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebelum dikelola secara profesional, hamparan pantai tersebut hanya dinikmati oleh para pekerja kebun karet yang beristirahat. Namun, melalui kerja sama strategis dengan investor, kawasan yang dulunya sunyi itu kini menjelma menjadi destinasi wisata modern yang menarik ribuan pengunjung setiap harinya.

Transformasi tersebut tidak hanya menghadirkan sumber pendapatan baru bagi perusahaan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ratusan tenaga kerja terserap di kawasan wisata tersebut, sementara pelaku usaha kecil dan menengah turut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan pesisir Kalianda.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar PT Perkebunan Nusantara I dalam mengoptimalkan aset perusahaan melalui program transformasi pemanfaatan lahan. Melalui Regional 7, perusahaan mengonversi area pesisir yang sebelumnya kurang produktif menjadi aset yang memberikan nilai tambah serta efek pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I, Teddy Yunirman Danas, mengatakan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari implementasi strategi asset turnaround yang tengah dijalankan di lingkungan PTPN Group.

“Kehadiran Rio By The Beach adalah bukti konkret komitmen PTPN I dalam melakukan optimalisasi aset-aset idle. Kami tidak ingin aset strategis hanya menjadi potensi, tetapi harus dikonversi menjadi sumber pendapatan baru yang memberi manfaat bagi perusahaan sekaligus masyarakat,” ujar Teddy dalam keterangannya di Jakarta, Senin (02/03/2026).

Ia menambahkan bahwa pemilihan konsep serta mitra kerja dilakukan secara selektif untuk memastikan standar layanan yang tinggi. Melalui pengelolaan yang modern dan profesional, PTPN I berupaya menghadirkan destinasi wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga manajemen yang berkualitas.

Keberhasilan strategi tersebut terlihat dari penataan kawasan yang mengusung konsep tropis minimalis. Wisatawan disuguhkan panorama pasir putih yang luas, dilengkapi fasilitas premium seperti gazebo dan sunbed yang tertata rapi. Berbagai instalasi seni berbahan alam, termasuk patung kayu raksasa, juga menjadi daya tarik tersendiri sekaligus spot swafoto favorit pengunjung.

Selain menghadirkan estetika kawasan wisata, keberadaan Rio By The Beach juga menghidupkan ekosistem ekonomi kerakyatan. Pengelola memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk berjualan di pusat kuliner kawasan wisata tersebut.

Fasilitas pendukung lainnya seperti mushola dan area bilas juga dibangun dengan konsep arsitektur bambu yang unik, menciptakan perpaduan antara sentuhan modern dan kearifan lokal.

Dari sisi aksesibilitas, lokasi destinasi ini tergolong strategis. Akses menuju kawasan wisata berada tidak jauh dari pintu Tol Sidomulyo pada jaringan Jalan Tol Trans Sumatera dan berjarak sekitar 36 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni. Infrastruktur tersebut semakin memudahkan wisatawan domestik maupun luar daerah untuk berkunjung.

Keberhasilan pengembangan Rio By The Beach di Lampung Selatan ini juga menjadi proyek percontohan bagi strategi pemanfaatan aset PTPN I ke depan. Perusahaan berkomitmen untuk terus mengembangkan aset-aset potensial lainnya guna mendukung kemajuan sektor pariwisata nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *