PEMBARUAN.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) secara resmi memulai tahap implementasi sistem keuangan digital terbarunya, AKURIN (Aplikasi Keuangan dan Perencanaan Raden Intan), dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) intensif selama dua hari, 21-22 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater ARC ini diikuti oleh seluruh unsur pimpinan dan staf administrasi keuangan dari berbagai unit kerja di lingkungan kampus.
Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran AKURIN pada akhir 2025. Aplikasi yang dirancang sebagai sistem terintegrasi ini bertujuan merevolusi proses perencanaan dan pengelolaan keuangan kampus menuju tata kelola yang lebih modern, akuntabel, dan efisien.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala UPT PTIPD UIN RIL, Prof. Dr. Achi Rinaldi, M.Si., menegaskan bahwa kehadiran AKURIN adalah buah kolaborasi strategis antara unsur perencanaan, keuangan, dan teknologi informasi. Ia menyatakan bahwa langkah ini selaras dengan arahan transformasi digital pemerintah, baik dalam Asta Cita Presiden maupun Asta Protas Kementerian Agama.
“Kehadiran AKURIN diharapkan membuat seluruh proses menjadi lebih mudah, akuntabel, presisi, akurat, efisien, dan efektif. Potensi kesalahan dapat diminimalkan, tentu dengan catatan aplikasi digunakan secara optimal,” papar Prof. Achi Rinaldi di hadapan para peserta. Ia menekankan bahwa adaptasi terhadap sistem digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan agar tidak tertinggal.
Koordinator Keuangan UIN RIL, Ahmad Faisol Ansori, S.E., M.S.Ak., dalam paparannya menyebut Bimtek ini memiliki peran yang sangat strategis. Tujuannya tidak hanya untuk memastikan keseragaman pemahaman teknis, tetapi juga membangun budaya kerja baru yang lebih tertib dan patuh regulasi.
“AKURIN tidak sekadar menghadirkan aplikasi, tetapi mendorong transformasi budaya kerja. Keberhasilannya sangat bergantung pada komitmen seluruh pengguna,” tegas Ahmad Faisol.
Ia juga mengungkapkan visi besar di balik AKURIN. Sistem ini dirancang sebagai tulang punggung integrasi layanan kampus ke depan. Rencananya, AKURIN akan terhubung dengan sistem remunerasi, kepegawaian, surat tugas, modul perjalanan dinas (SPPD), hingga mendukung pengawasan real-time oleh Satuan Pengawas Internal (SPI) dan layanan pemesanan fasilitas.
“Seluruh proses, dari perencanaan hingga pengawasan, diharapkan berjalan lebih akuntabel dan berbasis data. Pimpinan dapat mengambil keputusan secara tepat melalui dashboard yang tersedia,” jelasnya.
Ahmad Faisol berharap peserta mengikuti Bimtek dengan serius untuk mencapai kesamaan persepsi dan kepatuhan regulasi. Bimtek hari pertama menghadirkan pemateri dari PTIPD, Wawan Gunawan, M.Kom., dan dari Bagian Keuangan, Ida Nirwana, S.E., M.S.Ak., yang mendalami modul pengeluaran.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh lini, mulai dari Kepala SPI, Ketua Lembaga dan Pusat, Kopertais, Kepala Bagian/Koordinator, Kasubbag, BPP, Admin RPD, Verifikator, Admin Unit, hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), menandakan kesiapan kampus untuk bertransisi penuh ke era digitalisasi keuangan. (***)














