iklan
BeritaBisnis

PTPN I Regional 7 Lampaui Target, Kontribusi Fantastis 60 Persen

×

PTPN I Regional 7 Lampaui Target, Kontribusi Fantastis 60 Persen

Share this article

PEMBARUAN.ID — PTPN I Regional 7 kembali menunjukkan dominasinya sebagai penopang utama kinerja PTPN I secara nasional. Dengan kontribusi mencapai 60 persen dari total penjualan, Regional 7 menegaskan perannya sebagai mesin pertumbuhan perusahaan di tengah tekanan dan tantangan tahun 2025.

Region Head PTPN I Regional 7, Tuhu Bangun, menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan atas dedikasi dan kerja keras mereka. “Ini adalah hasil jerih payah kita yang penuh tantangan. Alhamdulillah, kita bisa bertumbuh dari sisi laba,” ujarnya dalam acara Culture Booster Refleksi Kinerja Tahun 2025 dan Strategi Pencapaian Kinerja Tahun 2026 di Komplek Perumahan, Minggu (4/1/2026).

Menurut Tuhu, manajemen telah berupaya maksimal menciptakan atmosfer kerja yang kondusif, meningkatkan insentif, serta menyempurnakan fasilitas bagi tenaga kerja borong. “Kunci kinerja positif adalah tenaga kerja. Kita perkuat motivasi dan produktivitas,” tegasnya.

Meski mencatat capaian signifikan, Tuhu menyoroti beberapa tantangan yang masih perlu diselesaikan, terutama lost opportunity akibat lahan yang tidak terpanen. “Ke depan tidak boleh ada lagi lahan yang terlewat. Harus 100 persen terpanen,” katanya. Tantangan lain meliputi fluktuasi harga, cuaca ekstrem, serta upaya pihak luar yang mencoba menguasai lahan perusahaan.

Operational Head, Wiyoso, menegaskan dirinya tertantang dengan target ambisius yang ditetapkan Direksi dalam RKAP. Ia menyebut sejumlah celah harus dikejar melalui strategi intensif di 2026. “Dari evaluasi rigid di lapangan, masih ada potensi hilang delapan ton per hari di beberapa hanca lowong, serta ancaman cuaca dan pencurian. Kita harus lebih ketat,” tegasnya.

Dari sisi produksi, kinerja komoditas karet tetap menjadi backbone pendapatan Regional 7. Sejumlah kebun seperti Musi Landas, Tebenan, Kedaton, Way Berulu, dan Way Lima menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun lalu, meski belum seluruhnya mencapai 100 persen RKAP.

Untuk level pabrik, produksi kumulatif meningkat 119 persen dibanding tahun sebelumnya. Pabrik-pabrik seperti Kedaton, Pematang Kiwah, Tulung Buyut, Way Berulu, Tebenan, Musi Landas, dan Padang Pelawi mencatat performa baik.

Pabrik Kedaton kembali menjadi pabrik terbaik untuk produksi RSS (rubber smoked sheet). Sementara itu, Pewa (Pematang Kiwah, Natar, Lampung Selatan) menjadi yang paling produktif untuk SIR-20, terutama dalam penyerapan bokar. Pembelian karet rakyat naik 149 persen, mendorong peningkatan kumulatif pembelian karet Regional 7 sebesar 170 persen pada 2025. Dengan tren ini, Regional 7 berpotensi meraih keuntungan hingga Rp351 miliar.

Wiyoso juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kehilangan aset perusahaan, khususnya lahan. “Ini ancaman serius. Saya minta seluruh unit sampai level terbawah mendata dan mengecek semua aset secara detail,” ujarnya.

Acara tersebut turut dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak Panti Asuhan Riyadhus Sholihin serta penghargaan lomba lingkungan IKBI PTPN I. Pengumuman Juara Rumah Sehat IKBI dan penyerahan trofi Juara Umum kepada Ketua Umum IKBI PTPN I Reg 7 menutup rangkaian kegiatan. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *